Bimbel Bahasa Inggris di Banjar Mulai Pekan Depan: Pemkab Badung Beber Alasan Pilih Bale Banjar
Putu Resa Kertawedangga• Kamis, 15 Mei 2025 | 13:56 WIB
ilustrasi
BALIEXPRESS.ID - Jangan lewatkan gebrakan terbaru dari Kabupaten Badung! Sebuah program bimbingan belajar (bimbel) Bahasa Inggris yang tak biasa siap digelar, memanfaatkan jantung kehidupan sosial masyarakat Bali: banjar.
Ya, Anda tidak salah dengar! Sebanyak 62 banjar di Badung akan bertransformasi menjadi ruang belajar Bahasa Inggris yang asyik dan inovatif mulai minggu ketiga Mei 2025.
Apa yang membuat program ini begitu istimewa dan patut dinantikan?
Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Badung tengah bergerak cepat mempersiapkan segala sesuatunya, mulai dari tutor-tutor andal, kurikulum yang relevan, hingga materi ajar yang menarik.
Bayangkan, belajar Bahasa Inggris tidak lagi terpaku di ruang kelas yang formal, melainkan di tengah suasana keakraban dan kebersamaan khas banjar.
Kepala Bidang Pendidikan SD Disdikpora Badung, Rai Twistyanti Raharja, memberikan sedikit bocoran mengenai peluncuran program yang sangat dinanti ini.
"Betul, pekan depan program ini akan dilaunching serentak di 62 banjar yang telah ditunjuk sebagai lokasi bimbel gelombang pertama. Nantinya, setiap sesi bimbel akan diikuti sebanyak 25 peserta," ujarnya antusias pada Rabu (14/5).
Lebih lanjut, Rai mengungkapkan bahwa akan ada kejutan spesial saat peluncuran.
"Nanti salah satu banjar akan dikunjungi oleh Bapak Bupati Badung untuk langsung bertemu dan bertanya tanggapan para siswa terkait program niki," imbuhnya, semakin menambah rasa penasaran.
Persiapan matang terus dilakukan untuk memastikan program ini berjalan lancar dan efektif.
"Astungkara program sudah dimatangkan. Kami sudah siapkan tutor, kurikulum, modul ajar," tegas Rai.
Kolaborasi apik terjalin dengan Canggu Community School untuk pelatihan tutor dan penyusunan kurikulum yang inovatif bersama Komunitas Kerja Guru Bahasa Inggris Kabupaten Badung.
Sementara itu, dukungan sarana dan prasarana juga dipastikan melalui kerjasama dengan pemerintah desa dan kelurahan setempat.
Lantas, apa yang membuat bimbel Bahasa Inggris berbasis banjar ini berbeda?
Rupanya, konsep pembelajaran yang diusung sangatlah santai dan menyenangkan. Tujuannya jelas: membuat para siswa jatuh cinta pada Bahasa Inggris.
Pemilihan banjar sebagai lokasi belajar bukan tanpa alasan. Suasana informal diharapkan mampu menciptakan pengalaman belajar yang jauh dari kesan kaku ruang kelas.
"Dipilihnya banjar supaya kesannya tidak sama seperti belajar di ruang kelas atau di sekolah. Jadi lebih informal sifatnya. Dan Bapak Bupati mengharapkan bimbel menggunakan banjar ini supaya fungsi banjar kembali hidup sebagai fungsi sosial," pungkas Rai, menjelaskan visi mulia di balik program ini.
Siapkah Anda menyaksikan transformasi banjar menjadi pusat pembelajaran Bahasa Inggris yang unik dan menarik?
Pantau terus perkembangan program inovatif ini dan bersiaplah untuk sebuah gebrakan pendidikan yang akan membuat belajar Bahasa Inggris terasa lebih menyenangkan dan bermakna! ***