Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ramai Wisuda SMK Ala Sarjana, Kepala Sekolah: Sudah Tradisi Sejak 2013

Putu Ayu Aprilia Aryani • Kamis, 15 Mei 2025 | 17:24 WIB

Ramai Wisuda SMK CBM Mirip Sidang Senat Kampus, Kepala Sekolah Angkat Bicara
Ramai Wisuda SMK CBM Mirip Sidang Senat Kampus, Kepala Sekolah Angkat Bicara

BALIEXPRESS.ID-Prosesi wisuda Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Citra Bangsa Mandiri (CBM) Purwokerto yang digelar pada Kamis, 8 Mei 2025, menjadi perbincangan di media sosial.

Dalam video yang beredar, prosesi wisuda tersebut menyerupai sidang senat perguruan tinggi, lengkap dengan atribut kalung gordon yang dikenakan para guru layaknya rektor.

Baca Juga: Sita Puluhan Paket Sabu, Satresnarkoba Polresta Denpasar Amankan Pria Asal Kediri

Dikutip dari Radar Banyumas, Kepala SMK CBM Purwokerto, Prisillia Mutiara Sari, menjelaskan bahwa konsep wisuda tersebut telah menjadi tradisi sekolah sejak tahun 2013.

Menurutnya, prosesi ini merupakan bentuk apresiasi kepada siswa, guru, dan orang tua atas keberhasilan menyelesaikan jenjang pendidikan menengah kejuruan.

"Adapun atribut yang digunakan sebetulnya tidak ada aturan baku dari pemerintah, yang menetapkan bahwa seluruh univ harus seperti ini tidak ada. Gordon yang kami pakai adalah lambang SMK CBM itu adalah salah satu bentuk apresiasi kami kepada guru-guru kami yang telah membersamai kami selama tiga tahun," jelasnya dikutip Kamis, 15 Mei 2025.

Ia menambahkan bahwa sejak awal masuk, siswa dan orang tua telah diberi informasi mengenai adanya prosesi wisuda tahunan di sekolah tersebut.

Baca Juga: Tari Kolosal 1.000 Topeng dan Lomba Drumband PAUD Warnai Festival Pendidikan 2025 di Klungkung

"Perpisahan anak setiap tahun konsepnya berbeda. Kita hanya fasilitator saja," ucapnya.

Untuk mengikuti prosesi perpisahan dan wisuda, setiap siswa dikenai biaya sebesar Rp600 ribu, Ia juga menyampaikan, uang tersebut untuk dua acara yaitu perpisahan dan wisuda. 

"Salah satu minat anak sekolah di sini karena adanya budaya (prosesi wisuda) ini," ungkapnya.

Menanggapi viralnya wisuda tersebut, pihak sekolah menyatakan akan melakukan evaluasi untuk pelaksanaan yang lebih baik di masa mendatang.

"Walau sudah menjadi budaya sekolah kami, kami tidak anti kritik dan saran. Kritik dan saran akan kami jadikan evaluasi ke depannya agar lebih baik lagi," ujarnya.

Pihaknya juga memastikan bahwa konsep kelulusan tahun depan akan dikemas berbeda tanpa menghilangkan nilai inspiratif bagi siswa.

Baca Juga: Mulai Mei 2025 Ini, Limit Klaim JHT via Aplikasi JMO Naik Jadi Rp 15 Juta

"Kedepannya agar lebih baik lagi, tanpa menghilangkan kesan yang inspiratif dan membahagiakan untuk anak-anak," terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, Agus Susilo, menyampaikan bahwa pihaknya telah mengedarkan surat imbauan kepada seluruh satuan pendidikan mengenai pelaksanaan kelulusan.

Ia menekankan bahwa konsep perayaan kelulusan sebaiknya dilakukan secara sederhana melalui upacara atau apel.

"Swasta karena memang ada yang dari masyarakat kami kembalikan ke sekolah swasta. Tetapi kami tetap memberikan himbauan, karena mereka sudah melalui proses sendiri untuk yang swasta. Negeri tidak boleh," jelasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#wisuda #SMK Citra Bangsa Mandiri #sarjana