BALIEXPRESS.ID– Kasus penipuan dengan modus pemesanan makanan mengatasnamakan institusi militer kembali terjadi.
Ayu Saraswati, seorang pedagang sate lilit di Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, menjadi korban setelah menerima pesanan fiktif ribuan tusuk sate yang mengatasnamakan Kodim 1610/Klungkung.
Kisah ini bermula saat seseorang yang mengaku bernama Leo Dewa, asal Denpasar, menghubungi Ayu Saraswati.
Pelaku memesan 3.000 tusuk sate lilit ayam, yang akan dikirim bertahap selama tiga hari.
Tak hanya omong kosong, Leo juga mengirim surat yang terlihat resmi, lengkap dengan kop institusi. Ayu Saraswati pun percaya.
Masalah mulai terkuak saat 1.000 tusuk sate dikirim ke Makodim Klungkung pada Minggu (18/5/2025) sore.
Beberapa wanita mengantar pesanan itu, tapi pihak Kodim bingung—karena tak pernah merasa memesan apa pun.
Komandan Kodim 1610/Klungkung, Letkol Inf Armen, langsung memberi klarifikasi.
Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah melakukan pemesanan makanan dan selalu mengikuti mekanisme resmi melalui e-Katalog.
“Semua pemesanan resmi dari Kodim selalu dilakukan dengan mekanisme yang sah dan transparan. Kami tidak pernah menggunakan surat menyurat di luar sistem dan apalagi memesan melalui pihak ketiga yang tidak dikena,” tegasnya, Senin (19/5/2025).
Ayu Saraswati mengalami kerugian sekitar Rp2 juta dari kejadian itu. Meski kecewa, ia memilih tidak membawa kasus ini ke ranah hukum, dan menyebutnya sebagai musibah.
Kodim Klungkung kini memperkuat imbauan kepada pelaku usaha agar tetap waspada, agar tidak kembali terjebak dalam modus serupa.
“Kalau menerima pesanan besar atas nama institusi negara, jangan langsung percaya. Pastikan dulu kebenarannya,” imbaunya. (*)
Editor : I Made Mertawan