Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rabies Masih Mengancam di Badung! 9 Kasus Gigitan Anjing Positif Ditemukan hingga Mei 2025

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 21 Mei 2025 | 13:52 WIB
Ilustrasi anjing galak
Ilustrasi anjing galak

BALIEXPRESS.ID– Kabupaten Badung, Bali masih belum terbebas dari ancaman rabies.

Berdasarkan data Januari hingga pertengahan Mei 2025, Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung mencatat 9 kasus gigitan hewan positif rabies, meskipun vakisinasi digencarkan sejak awal tahun. 

Kepala Disperpa Kabupaten Badung Wayan Wijana saat dihubungi pun tak menampik adanya kasus rabies tersebut.

Ia memastikan tidak ada korban jiwa akibat serangan anjing yang terkonfirmasi rabies tersebut. 

“Tahun 2025 kasus HPR positif sebanyak 9 kasus. Untuk itu, kami menggencarkan vaksinasi HPR,” ujar Wijana, Selasa (20/5/2025).

Capaian vaksinasi hewan penular rabies (HPR) di Kabupaten Badung hingga Mei 2025 telah mencapai 38,84 persen dari target 76 ribu ekor anjing.

Wilayah yang telah dan sedang disasar adalah Kecamatan Kuta Selatan, Kutuh dan Kuta.

Pihaknya pun menyebutkan, pemerintah tetap waspada, mengingat Badung merupakan destinasi wisata utama yang banyak dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.  

“Kami tetap melakukan langkah antisipatif guna mencegah penyebaran lebih lanjut. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memastikan masyarakat yang terkena gigitan segera mendapat penanganan yang tepat,” ungkapnya.  

Wijana juga menerangkan, akan melakukan pengamatan terhadap anjing yang menggigit warga.

Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah hewan tersebut terinfeksi rabies.

Jika hasilnya positif, langkah cepat akan diambil, termasuk koordinasi dengan Dinas Kesehatan untuk memberikan Vaksin Anti Rabies (VAR) kepada korban gigitan.  

"Jika positif, kami segera koordinasikan agar korban mendapat VAR. Jika negatif, kami tetap merekomendasikan korban untuk mendapat perawatan medis," tambahnya.  

Sebagai langkah preventif, pihaknya rutin menerjunkan tim vaksinasi yang secara langsung mendatangi rumah warga guna melakukan vaksinasi rabies.

Pihaknya berharap program vaksinasi tahun ini dapat mencapai angka yang sama dengan tahun lalu, yakni 98 persen.

"Kami akan terus berupaya agar cakupan vaksinasi rabies tetap optimal sehingga kasus rabies bisa ditekan seminimal mungkin,” jelasnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#rabies #gigitan anjing #badung