Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ketua DPRD Bangli Soroti Gedung Sentra IKM Bambu Miliaran Rupiah yang Sepi Aktivitas

I Made Mertawan • Kamis, 22 Mei 2025 | 16:05 WIB
Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika
Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika

BALIEXPRESS.ID- Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika menyoroti keberadaan gedung Sentra IKM Bambu milik Pemkab Bangli yang belum dimanfaatkan secara optimal.

Padahal, gedung yang diresmikan sebulan lalu itu menelan anggaran hingga miliaran rupiah.

Namun, hingga kini gedung yang berada di Banjar Kayuambua, Desa Tiga, Kecamatan Susut, Bangli tersebut lebih sering tampak tutup.

Menurut Suastika, pemerintah seharusnya sejak awal sudah memikirkan rencana pemanfaatan termasuk pemeliharaan gedung.

Ia menegaskan bahwa pembangunan fasilitas publik harus disertai dengan perencanaan fungsi yang jelas.

"Kalau buat bangunan akhirnya mubazir, itu tidak boleh," tegas politikus PDIP ini.

Suastika menilai bahwa dari sisi konsep, keberadaan Sentra IKM Bambu di Bangli sudah sangat tepat, sebab kerajinan bambu menjadi salah satu ikon Bangli.

Tempat itu pun seharusnya menjadi wadah bagi pelaku IKM, khususnya di bidang kerajinan bambu.

Politikus asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku ini berharap gedung tersebut tak hanya jadi tempat pelatihan, tetapi juga berfungsi sebagai pusat informasi dan pemasaran produk bambu Bangli.

"Bagaimana inovasi pemerintah memanfaatkan gedung ini. Itu yang penting," tegas ketua dewan dua periode ini.

Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Bangli I Dewa Gede Anom Putra Sanjaya sebelumnya mengatakan bahwa bangunan tersebut memang belum beroperasi rutin.

Ia menyebut, sejak diresmikan, baru bisa mengadakan pelatihan untuk perajin bambu. 

Itu pun tidak sering, karena tahun ini hanya merencanakan 10 kali pelatihan.

Selain itu, Dewa Anom menyebutkan bahwa keterbatasan SDM menjadi salah satu kendala utama mengoperasikan Sentra IKM Bambu.

Pihaknya belum bisa menempatkan petugas tetap untuk membuka sentra setiap hari. Hal ini membuat aktivitas di lokasi tersebut menjadi sangat terbatas.

Fasilitas pendukung seperti etalase juga belum tersedia di gedung IKM tersebut. Etalase untuk memajang hasil kerajinan bambu masih dalam proses penganggaran.

“Anggarannya baru dirancang dalam perubahan APBD 2025,” jelas Dewa Anom dikonfirmasi Minggu (18/5/2025). (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#dprd bangli #Sentra IKM Bambu