BALIEXPRESS.ID-I Wayan Darmika, warga Banjar Dinas Munduk Damping, Desa Petang, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, harus tinggal di dapur bersama istri dan anaknya selama tiga bulan terakhir.
Dapur tersebut hanya berdinding anyaman bambu dan tidak layak dijadikan tempat tinggal permanen.
Baca Juga: Gegara Ditegur Minum Miras, Keributan di Bedeng Proyek Villa Pecatu Pecah
Hal ini terjadi setelah rumah utama mereka rusak parah akibat bencana tanah longsor.
Bencana tersebut terjadi pada 18 Februari 2025 lalu dan menyebabkan bagian rumah utama tidak dapat dihuni lagi.
Hingga kini, belum ada bantuan perbaikan rumah dari pemerintah setempat maupun pusat.
Informasi ini pertama kali mencuat ke publik melalui unggahan akun Instagram @jurnalisrakyat pada Rabu, 21 Mei 2025.
Unggahan tersebut memperlihatkan kondisi rumah rusak yang memprihatinkan serta keluarga Darmika yang masih bertahan hidup di dapur seadanya.
Warganet pun ramai-ramai memenuhi kolom komentar unggahan tersebut untuk menyampaikan keprihatinan mereka.
“Semut di sebrang sungai nampak, gajah depan mata tak nampak,” tulis akun @edo_anggara menyindir sikap pemerintah.
Baca Juga: Keributan di Bedeng Proyek Villa Pecatu, Polisi Kini Buru Tiga Pelaku
“Yang tau prosesnya sebenarnya pemerintah setempat yg mewilayahi warga tersebut, sudah ada tupoksinya. Perlu dipertanyakan pemerintahan desanya,” komentar akun @snger.ti.
“Pemerintah pusat sube benyah latig, diolas pemrintah Bali kabupate kecamatan desa beneh beneh je megae,” tulis akun @tumas_satrya.
“Kok bisa begitu ..pak Man sscgt nya kan dari sana harusnya langsung saja minta bantuan kesana pasti langsung cair,” komentar akun @belogpolos3.
“Beda sekali sama pemimpin Kang Dedi Mulyadi, melihat masyarakatnya susah langsung didatangi tanpa harus minta tolong,” tulis akun @sansanputrayasa77.
“Yok viralkan biar pemerintah Badung greceb,” tulis akun @di3go_tristan mengajak netizen lain untuk ikut menyuarakan.
Baca Juga: Ratusan Anak Muda Nusantara Cium Bendera Merah Putih Tandai Pembukaan Rumah Kebangsaan Festival
Postingan itupun mendapatkan sorotan dari Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Dalam kolom komentar, salah satu akun memention akun milik Bupati Badung dan langsung mendapat respons.
Pihaknya akan segera mengatensi persoalan tersebut.
“Siap atensi,” komentar akun @iwayanadiarnawa.
Editor : Wiwin Meliana