BALIEXPRESS.ID-Penari Joged Bumbung asal Bali, Gek Wik, kembali menjadi sorotan publik setelah video lamanya saat menari secara sensual di Jimbaran viral lagi di media sosial.
Dalam sebuah wawancara di podcast Jeg Bali, Gek Wik menceritakan bagaimana awal mula dirinya dipanggil ke kantor pihak berwenang karena video tersebut.
Baca Juga: Empat Kasus Sabu Terungkap di Bali, Dari Tejakula Hingga Gianyar, Satu DPO Berhasil Dijuk.
Ia menjelaskan bahwa video itu sebenarnya berasal dari tahun 2024, saat ia tampil dalam sebuah acara di kawasan Jimbaran.
“Gek Wik kan narinya memang seperti itu ya (erotis), nah pasti ada yang ngerekam dan di-upload di Facebook, akhirnya viral,” ujarnya dikutip Selasa, 27 Mei 2025.
Kebetulan saat itu, ada penari joged lain yang juga viral karena menari di atas kursi, dan video mereka sama-sama ramai diperbincangkan.
Merasa khawatir dengan dampak viralnya video itu, Gek Wik mengaku mulai memikirkan langkah hukum sebagai antisipasi.
Ia pun memutuskan menghubungi Senator DPD RI asal Bali, Arya Wedakarna (AWK), melalui DM Instagram yang kemudian berlanjut ke WhatsApp.
Baca Juga: Kesal Disebut “Agus”, Gek Wik Penari Joged Viral Tunjukkan KTP, Ternyata Ini Nama Aslinya
“Trus aku datang ke kantornya untuk mencari perlindungan hukum, bukan dipanggil ya saat itu, tapi aku inisiatif,” katanya tegas.
Gek Wik mengatakan bahwa klarifikasi perlu dilakukan karena ia merasa jadi yang pertama dihujat oleh publik akibat viralnya video joged tersebut.
“Joged yang satunya belum klarifikasi, akhirnya aku yang dihujat duluan di tahun itu,” terangnya.
Memasuki tahun 2025, video lama itu kembali muncul dan tersebar luas, membuat publik mengira itu adalah penampilan terbaru Gek Wik.
“Aku bingung, video yang mana, padahal sekarang aku nari kan udah gak se-erotis dulu,” ujarnya.
Setelah ditelusuri, ternyata video yang viral kembali adalah video yang sama dari tahun lalu, bukan penampilan terbaru.
Meski mengaku lebih santai karena sudah ada perlindungan hukum dari AWK, Gek Wik tetap mendatangi pihak berwenang saat dipanggil kembali.
Dalam pertemuan itu, hadir pula perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan berbagai pihak lainnya, termasuk wartawan.
Baca Juga: Asik Perawatan Wajah di Salon, Motor Wanita Ini Malah Digondol Maling
Namun, Gek Wik menyayangkan bahwa hasil wawancara bersama wartawan tidak dipublikasikan sama sekali.
“Kenapa wawancaranya gak di-post, malah foto saya yang dipanggil itu yang dimunculin,” keluhnya.
Ia juga merasa kecewa karena berita yang beredar justru menyebut namanya sebagai Agus, tanpa klarifikasi langsung dari dirinya.
“Berita yang dibuat malah ngawur, nama saya diubah jadi Agus tanpa sepengetahuan saya,” ungkap Gek Wik kesal.
Gek Wik pun menegaskan bahwa podcast Jeg Bali adalah tempat ia memilih untuk menjelaskan semuanya secara gamblang dan terbuka.
Editor : Wiwin Meliana