BALIEXPRESS.ID-Gek Wik, penari joged yang belakangan viral karena video tariannya yang kontroversial, mengungkapkan rasa kesalnya terhadap netizen yang kerap menghakiminya tanpa mengenal siapa dirinya sebenarnya.
Dalam sebuah wawancara eksklusif pada Channe YouTube Jeg Bali, Gek Wik menegaskan pentingnya menghargai privasi dan perjuangannya selama ini.
“Setiap orang punya privasi masing-masing, kalau kamu gak ngusik aku, aku juga gak ngusik kamu. Kita hidup berdampingan, hargai ya. Setiap orang punya pilihan masing-masing,” tegas Gek Wik dikutip Selasa, 27 Mei 2025.
Ia mengaku sering dibuat stres oleh komentar negatif yang datang dari orang-orang yang sebenarnya tidak mengenalnya.
“Mereka gak tahu perjuanganku. Untuk membuat nama Gek Wik ini tuh nggak mudah. Dari orang tua, masyarakat, itu susah. Ada perjuangan yang sangat perlu dihargai. Kalau gak suka bilang saja, jangan komen yang aneh-aneh,” ujarnya sedih.
Gek Wik juga berbagi kisah masa kecilnya yang penuh liku. Ia lahir dari keluarga broken home, orang tuanya bercerai sejak ia duduk di bangku SD.
Ibunya berasal dari Jawa, ayahnya dari Denpasar, dan sejak kecil Gek Wik tinggal bersama kakek, nenek, dan akhirnya diangkat anak oleh pamannya.
Baca Juga: VIRAL! Spanduk “KDM Calon Presiden Aing” Dianggap Serang Prabowo, Ini Respons KDM
“Mereka gak tahu perjuangan Gek Wik, banyak rintangan semeton,” katanya.
Salah satu pengalaman paling berat yang diingat Gek Wik adalah ketika ia dilarang menari joged oleh ibu angkatnya yang keras dan bahkan sampai memukulnya hingga berdarah.
“Dulu aku sampai dipukul sama paman, karena memang ditekan banget gak boleh nari joged,” ungkap Gek Wik sambil meneteskan air mata.
Gek Wik bercerita bahwa trauma masa kecilnya hingga ia takut pulang sekolah karena khawatir dimarahi.
“Aku punya trauma sampai denger bel pulang sekolah saja aku nangis karena takut di rumah,” katanya.
Meski begitu, Gek Wik tetap berusaha keras membuktikan dirinya bisa sukses dan mandiri. Ia mengisahkan bagaimana ia membeli motor di kelas 1 SMA dengan bantuan kakak angkatnya yang membantu mencicil motor tersebut.
Kini, Gek Wik mengaku sudah tumbuh menjadi sosok yang kuat.
“Viral-viral kayak gini aku sudah gak ada artinya bagi aku. Kalian boleh menilai, tapi jangan menghujat. Kalau kalian pun di posisiku, kalian gak mungkin sekuat aku,” ucapnya tegas.
Mengenai hubungan asmaranya, Gek Wik mengatakan pacarnya cukup cuek dan mengerti siapa dirinya, meskipun keluarga dan teman-teman pacarnya kadang merasa keberatan.
“Untung dia orangnya cuek,” tambahnya.
Komentar netizen terhadap cerita Gek Wik pun terbagi dua. Ada yang memberikan dukungan dan pujian.
“Beberapa kali ketemu di kenyeri, aslinya cantik, sexy, dan ramah orangnya. Mau dia cewek atau cowok, biarin dia ambil jalan rezekinya sendiri yang penting gak ganggu orang lain. Tetap semangat Gek Wik.” Tulis akun @arikuala774
“Tiang salut dgn keputusan gek Wik menjadi penari joged dan salut dgn keberanian Gek Wik utk bicara. Tarianmu luar biasa, metaksu.” Tulis akun @purbalaksmi1166.
“Menit 19 dan seterusnya dia sudah menjelaskan siapa dirinya. Kembali lagi, hak semua orang untuk memilih jalan hidupnya. Mau dia cewek atau cowok biarkan saja. Suka nikmati gak suka skip aja. Hidup itu pilihan semeton, ada joged cewek ada joged muani, ada juga joged waria. Semeton tinggal pilih mau yang mana. Hidup jangan ruet semeton. Btw... cewek real gak suka mainin rambut berlebihan ya semeton.” Komentar akun @tutwan.
Namun, tidak sedikit komentar negatif yang juga muncul dan masih menyinggung soal identitasnya.
“Takut Gati ketahuan identitas asline rage pidan ngajak masuk ne adane i MADE DWIANTARA Katik asline.” Ketik akun @Wahyudi-11
Baca Juga: Empat Kasus Sabu Terungkap di Bali, Dari Tejakula Hingga Gianyar, Satu DPO Berhasil Dijuk.
“Kalian tau gak berapa uang yg aku habisan buat jadi begini.. Tanda tanya besarr..” ketik akun @gorengkeringjos3554
“19:53 tanpa dia sadari terjebak dari pertanyaanya host,, dari gerak gerik saja sudah keliatan, banyak biaya buat OP.” ketik akun @dogastray2367.
Melalui wawancara ini, Gek Wik berharap masyarakat dapat lebih memahami perjalanan hidupnya dan berhenti menghakimi tanpa dasar.
Ia juga ingin menunjukkan bahwa di balik sosok yang viral, ada perjuangan keras yang patut dihargai.
Editor : Wiwin Meliana