SINGARAJA, BALI EXPRESS - Singaraja kembali berdenyut dengan semangat muda yang membara. Di tengah geliat kota yang mulai menata arah barunya, sebuah panggung kecil bernama Fortuna Raya justru tumbuh menjadi tempat besar bagi lahirnya bakat-bakat luar biasa.
Memasuki episode keempatnya, ajang ini bukan hanya sekadar lomba bulanan, tetapi telah menjelma menjadi ruang ekspresi, tempat anak-anak Singaraja bersuara, melangkah, dan menyinari panggung dengan jati diri mereka.
Diselenggarakan oleh Fortuna Management, Fortuna Raya Eps.04 menghadirkan dua kompetisi utama yakni lomba karaoke dan runway fashion show. Total 100 peserta ikut serta dalam acara ini. Dari jumlah tersebut, 80 peserta tampil dalam ajang karaoke dengan dua genre pilihan—Pop Bali dan Pop Indonesia—sementara 20 peserta lainnya ambil bagian dalam peragaan busana bertema denim.
Kompetisi karaoke sendiri terbagi menjadi empat kategori, dimulai dari Kategori A untuk anak-anak SD kelas 1 hingga 3, Kategori B untuk SD kelas 4 hingga 6, Kategori C untuk siswa SMP, dan Kategori D untuk kategori umum.
Suasana lomba berlangsung meriah dan penuh antusias. Panggung seolah hidup dengan suara-suara polos yang penuh semangat, namun tak kalah berkualitas. Lagu-lagu pop yang dibawakan menggema indah, menebar haru dan tepuk tangan penonton yang hadir.
Baca Juga: Fashion Show Profesi Warnai Hari Ibu di PDIP Bali, Mulai dari Petani hingga Pemadam Kebakaran
Dari seluruh penampil, nama Arnella mencuri perhatian. Dengan suara merdu dan penghayatan kuat, ia dinobatkan sebagai penyanyi terbaik dalam lomba tersebut. Tak hanya membawa pulang trofi dan piagam penghargaan, Arnella juga mendapatkan uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasinya.
“Arnella adalah salah satu contoh dari banyak anak berbakat di Singaraja yang perlu diberi ruang. Lewat ajang ini, kami ingin memperlihatkan bahwa potensi itu nyata dan perlu diberdayakan,” kata Gede Arysantika, founder Fortuna Management, Selasa (27/5).
Tak berhenti di suara, panggung pun berganti menjadi arena gaya. Dalam sesi runway, sebanyak 20 peserta memamerkan busana unik dengan tema “Denim with Cultural Twist”. Yang menarik, meski menggunakan bahan dasar denim yang identik dengan gaya modern, setiap busana tetap diberi sentuhan lokal khas Bali: kain bermotif Tridatu.
Warna hitam, putih, dan merah yang menjadi simbol spiritual masyarakat Bali dipadukan apik dalam desain kekinian. Hasilnya, runway yang bukan hanya fashionable, tapi juga sarat makna budaya.
“Konsep ini sengaja kami pilih karena kami ingin menanamkan sejak dini bahwa modernitas tak perlu menghapus akar budaya. Justru keduanya bisa berpadu,” ungkap Gede Arysantika, yang juga merancang konsep fashion show tersebut.
Tak ingin berhenti pada acara sesaat, Fortuna Management kini tengah mengembangkan kelas-kelas pengembangan diri bagi anak dan remaja. Beberapa kelas yang dibuka antara lain MC, Dance, Modelling, hingga Akting dan Kepribadian.
Fortuna juga telah menjalin kerja sama dengan SKB Buleleng yang menyediakan ruang belajar dan latihan bagi para peserta. Sekretariat Fortuna kini berlokasi di Jalan Kumbakarna, De’Green LC 8 no.4, Singaraja.
Yang tak kalah menarik, perjalanan panjang Fortuna Raya yang digelar setiap bulan ini akan mencapai puncaknya pada bulan Juli mendatang, lewat sebuah event besar bertajuk Fortuna Awards. Acara ini dirancang sebagai bentuk penghargaan bagi seluruh member Fortuna, serta anak-anak Singaraja yang telah konsisten dan aktif mengikuti berbagai program Fortuna setiap bulannya.
“Fortuna Awards bukan hanya selebrasi, tapi bentuk apresiasi. Kami ingin semua anak yang telah tampil dan berkembang di sini diberi pengakuan. Ini bagian dari proses membangun kepercayaan diri dan rasa bangga terhadap pencapaian mereka,” ujar Gede Ary. ***
Editor : Dian Suryantini