Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tebing Retak di Pura Batu Bolong Tanah Lot Masih Tahap Penganggaran, Kunjungan Wisata Tetap Stabil

IGA Kusuma Yoni • Rabu, 28 Mei 2025 | 00:07 WIB
RETAK: Tebing Pura Batu Bolong yang berada di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan mengalami keretakan.
RETAK: Tebing Pura Batu Bolong yang berada di kawasan Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan mengalami keretakan.

BALIEXPRESS.ID – Proses penanganan keretakan tebing di kawasan Pura Batu Bolong, bagian dari Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, Kecamatan Kediri, Tabanan, saat ini masih berada dalam tahap pengajuan anggaran. Meski demikian, langkah penanganan terus berprogres dengan koordinasi lintas instansi.

Menurut Manajer Operasional DTW Tanah Lot, I Wayan Sudiana, tim dari Balai Wilayah Sungai (BWS) bersama konsultan telah melakukan sosialisasi teknis penanganan tebing kepada berbagai pihak terkait.

“Rapat koordinasi melibatkan Bendesa Adat Beraban, Perbekel, Dinas PUPR Tabanan, manajemen DTW Tanah Lot, serta pengempon Pura Batu Bolong,” jelasnya pada Selasa (27/5).

Sudiana mengungkapkan bahwa desain teknis pengamanan tebing telah mendapat persetujuan. Saat ini, proyek penanganan tebing retak di Pura Batu Bolong tengah memasuki proses pengajuan anggaran pembangunan.

“Kami belum bisa memastikan kapan pengerjaan dimulai karena masih menunggu persetujuan anggaran. Tapi jika semua rampung, akan segera kami umumkan,” tambahnya optimis.

Meski tebing retak masih dalam proses penanganan, DTW Tanah Lot tetap beroperasi secara normal dan bersiap menyambut liburan pertengahan tahun.

Seluruh aspek pelayanan wisata terus ditingkatkan demi memberikan pengalaman aman dan nyaman bagi wisatawan.

“Kami berkoordinasi dengan pihak keamanan, kebersihan, dan pelayanan untuk memastikan kenyamanan pengunjung tetap terjaga,” ujar Sudiana.

Dari sisi kunjungan, DTW Tanah Lot mencatat rata-rata 4.500 pengunjung per hari, dengan total kunjungan bulan Mei hingga akhir pekan lalu mencapai 118.999 orang. Wisatawan domestik masih mendominasi dengan proporsi sekitar 55 persen dibandingkan wisatawan mancanegara.

Sebagai bagian dari peningkatan layanan, Tanah Lot menghadirkan program "Happy Hours", di mana pengunjung mendapatkan kudapan dan minuman gratis di waktu tertentu.

Inisiatif ini bertujuan menciptakan suasana ramah, hangat, dan berkesan di kawasan wisata spiritual populer ini.

“Program ini menjadi salah satu bentuk apresiasi kami terhadap wisatawan, sekaligus memperkuat citra Tanah Lot sebagai destinasi unggulan Bali yang ramah wisatawan,” tutup Sudiana. (*)

 

Editor : Nyoman Suarna
#kunjungan #penganggaran #tebing #stabil #pura batu bolong #tanah lot