Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Miris! Sawah di Canggu Penuh Sampah, Warganet Geram: Sebut Krisis Pangan Menanti

Putu Ayu Aprilia Aryani • Rabu, 28 Mei 2025 | 22:26 WIB
SAMPAH: Sampah plastik berserakan di areal persawahan sekitar Canggu.
SAMPAH: Sampah plastik berserakan di areal persawahan sekitar Canggu.

BALIEXPRESS.ID - Sebuah video memperlihatkan kondisi lahan persawahan di daerah Canggu, Bali yang memprihatinkan  viral di media sosial.

Dalam video tersebut tampak tumpukan sampah plastik berserakan di pinggiran sawah, mencemari aliran air irigasi yang menjadi sumber kehidupan bagi para petani.

Video ini pertama kali diunggah oleh akun Instagram @infojalandibali pada Minggu, 25 Mei 2025, dan hingga Rabu 28 Mei 2025, telah ditonton lebih dari 86 ribu kali.

"Kasihan nasib petani di Canggu saat ini. Mencoba bertahan dari himpitan villa, restoran, dan lainnya. Harga pupuk mahal, biaya bertani melambung, hasil sawah tidak menentu. Ditambah lagi masalah baru yaitu sampah," tulis akun tersebut dalam keterangan unggahan dikutip Rabu, 28 Mei 2025.

Disebutkan pula bahwa air irigasi kini tak lagi jernih, melainkan telah tercemar oleh sampah plastik, membuat kualitas pertanian semakin menurun.

Dalam video berdurasi singkat itu, tampak lumpur dan plastik menggenangi saluran air di dekat sawah, memperlihatkan betapa krusial masalah sampah bagi sektor pertanian.

"Kemanakah mereka harus mengadu? Atau akan menyerah dan ikut jadikan villa saja lahan ini? Semoga tetap kuat para petani," lanjutnya dalam caption yang penuh keprihatinan.

Unggahan ini menuai berbagai komentar dari warganet yang turut prihatin akan nasib para petani Bali. Banyak di antaranya membagikan cerita dan kekhawatiran yang sama.

"Ayah saya petani di kampung. Saya banyak dengar keluh kesah beliau, terutama soal sampah dan harga pupuk yang tidak masuk akal. Pemerintah katanya menyejahterakan petani, tapi realitanya biaya tinggi dan harga jual rendah," tulis akun @satriiakus.

"Pemerintah harus bertindak tegas terhadap pelaku pembuangan sampah sembarangan. Kalau begini terus, tidak akan ada penyelesaian. Bahkan bisa penjara!" komentar akun @boygaol91 yang juga menyebut permasalahan ini telah meluas ke wilayah Cemagi dan Pererenan.

Warganet lainnya bernostalgia dengan masa ketika air irigasi di Bali masih bersih dan jernih.

"Bali tahun 1995-2000 awal tidak begini. Saluran irigasi masih bersih, sungai jernih. Dulu mandi pun bisa di sungai bareng tetangga. Sekarang miris lihatnya," kenang akun @salazarscko.

Beberapa komentar bahkan menyebut kejadian serupa juga terjadi di daerah lain. Komentar lain juga menyuarakan kekhawatiran lebih besar terhadap masa depan pangan.

"Bukan hanya di Canggu di Cemagi dan Penenan juga irigasi pesawahan nya penuh sampah plastik. Diperparah dengan para pekerja bagunan yg membangun bedeng2 di pesawahan yg regulasi pembungan sampah nya ga ada alias buang sampahnya di bawah bedeng nya yg ujung2 nya masuk keirigasi pesawahan. Mirisnya ga ada yang peduli dan negur para pekerja yg bangun bedeng2 tsb." Komentar akun @boygaol91

"Petani hilang, lahan habis, krisis pangan menanti," tulis akun @aryaxcools dengan nada serius.

Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak desa maupun pemerintah daerah mengenai solusi atas permasalahan ini.

Minimnya regulasi pengelolaan sampah, terutama di sekitar kawasan pembangunan villa dan restoran, dinilai memperparah situasi.

Fenomena ini membuka mata bahwa pembangunan yang masif tanpa memperhatikan keseimbangan lingkungan dapat merugikan sektor pertanian, dan dalam jangka panjang, mengancam ketahanan pangan. (*)

Editor : Nyoman Suarna
#sawah #plastik #pangan #canggu #sampah #krisis