BALIEXPRESS.ID – Gubernur Bali Wayan Koster memperingatkan secara tegas seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali agar tidak terlibat dalam praktik percaloan jabatan, baik dalam bentuk promosi maupun mutasi.
Dalam sambutannya pada acara penyerahan SK pengangkatan PPPK dan CPNS di Taman Budaya Bali, Rabu (28/5), Koster mengungkapkan masih adanya oknum pegawai yang berperan sebagai calo.
“Saya minta jangan coba-coba jadi calo. Calo promosi jabatan ada. Iya. Ini dijadikan kadis, kepala badan, kepala biro, kabid, kabag, masih. Saya mengeluarkan SK juga anak lain ngakuin,” ungkapnya.
Baca Juga: Petani Tewas Tersengat Jebakan Tikus Listrik, Ditemukan dengan Tangan Masih Pegang Kabel
Lebih lanjut, Koster menegaskan tidak akan menoleransi tindakan tersebut.
“Tidak boleh ada yang sogok-menyogok. Tidak boleh ada yang klaim mengatasnamakan gubernur, wakil gubernur, sekda, ketua DPRD, keluarganya, enggak boleh. Kalau ada yang begitu lapor,” ujarnya.
Ia bahkan menyatakan siap mencabut SK yang terbukti didapatkan secara tidak sah.
Baca Juga: Kantah Klungkung Fasilitasi Pelepasan Hak Tanah Milik Desa Adat Banjarangkan
“Siapa yang diangkat langsung dipecat. Kan enggak mau begitu kan?” tambahnya.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Bali, Wayan Koster, menegaskan bahwa sistem pengangkatan dan pelantikan pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali dilakukan secara profesional dan berbasis merit system, bukan karena kedekatan pribadi atau faktor non-kinerja.
Dalam arahannya, Koster menekankan pentingnya seluruh kepala dinas, badan, dan biro di Pemprov Bali untuk menentukan target kinerja yang jelas dan terukur.
Baca Juga: Terlapor Kasus Dugaan Pengancaman yang Viral di Klungkung Diperiksa Polisi
“Para kepala dinas, kepala badan, kepala biro, semua sampai ke jajarannya itu harus menentukan target semua, semua pencapaian program sesuai dengan perangkat daerah masing-masing,” tegasnya.
Ia menyampaikan bahwa dalam waktu dekat, Pemprov Bali juga akan melaksanakan pelantikan pejabat struktural eselon III dan IV, setelah sebelumnya menuntaskan penataan pejabat eselon II.
“Sambil nanti juga dikerjakannya dalam waktu dekat kita akan melantik pejabat eselon 3 dan eselon 4. Eselon 2-nya sudah rapi semua. Ya, saya sudah berupaya yang terbaik untuk eselon 2-nya. Mencarikan orang yang tepat di posisinya. Semua diambil dari dalam. Enggak ada dari luar. Karena saya paham karirnya itu,” katanya.
Baca Juga: Kisah Kadek Gandhi dan Strawberry Desa, Anak Petani Yang Olah Buah Terbuang
Ia menekankan, sistem promosi jabatan harus didasarkan pada penilaian objektif, termasuk rekam jejak dan prestasi kerja.
“Begitu juga para pegawainya semua. Yang PNS apalagi. Supaya bisa jadi kasi, jadi kabid, kabag, jadi kepala biro, kepala badan, kepala dinas, dengan merit system. Enggak ada lagi dekat sama ini, dekat sama itu, dimusuhin sama ini, enggak ada. Ya, dekat semua, baik semua, dipakai. Ukurannya adalah rapot,” tegasnya.
Koster menambahkan bahwa latar belakangnya sebagai pendidik menjadikan ia memahami pentingnya sistem yang adil dan berbasis kinerja.
“Saya ini guru. Guru, guru tulen, ya. Dosen. Ini biar tahu semua ini. ya. Saya ini dosen kalkulus,” ujarnya disambut tawa dan tepuk tangan ASN yang hadir.(***)
Editor : Rika Riyanti