BALIEXPRESS.ID-Usai mendapat musibah dugaan hipnotis, kini pedagang tahu tempe di Pasar galiran Klungkung mendapat bantuan.
Bantuan tersebut diberikan oleh penggiat sosial Nang Etonk.
Baca Juga: Setelah Blackout, Pemerintah Pusat Dorong Kemandirian Energi Bali Lewat Terminal LNG Sidakarya
Melalui akun media sosial @nasilawarnangetonk, pria tersebut menyerahkan bantuan sebesar Rp 2,5 juta.
Bantuan tersebut merupakan sumbangsih dari masyarakat Bali yang merasa prihatin dengan musibah yang menimpa pedagang tahu tempe tersebut.
“Tadi banyak yang ngetag tyang, trust yang langsung ke sini,” jelasnya dikutip pada Kamis (29/05/2025).
Nang Etonk berharap bantuan yang diberikan dapat digunakan sebagai modal berjualan Kembali.
Baca Juga: Brutal! OPM Tembak Mati Wanita ODGJ di Intan Jaya, Dituduh Mata-Mata TNI
Sebelumnya, nasib nahas dialami seorang pedagang tahu tempe di Pasar Galiran, Klungkung.
Made Novi, pedagang asal Banjar Gerombong, Desa Sampalan, Dawan, harus merelakan uang sebesar Rp 500 ribu raib diduga akibat menjadi korban hipnotis oleh seorang wanita tak dikenal.
Peristiwa ini terjadi pada Minggu, 25 Mei 2025. Saat itu, Novi didatangi seorang wanita paruh baya berjilbab yang mengaku sebagai haji asal Kampung Gelgel.
Wanita tersebut berpura-pura menitipkan belanjaan berupa sayuran dan bahan dapur lainnya kepada Novi.
"Dia bilang hanya sebentar, nitip belanjaan dulu, lalu minta dipinjami uang Rp 500 ribu untuk belanja. Katanya nanti uangnya dikembalikan setelah dia kembali," tutur Novi saat ditemui di lapaknya di Pasar Galiran, Selasa (27/5/2025).
Baca Juga: Nekat Curi Motor di Parkir Swalayan, Wanita Asal Jember Diringkus Polsek Kuta Selatan
Karena merasa iba dan percaya pada penampilan serta pengakuan sang wanita, Novi pun menyerahkan uang yang diminta.
Namun, wanita tersebut tak kunjung kembali meski telah ditunggu lebih dari satu jam.
Novi yang mulai curiga lantas mencari keberadaan wanita tersebut ke dalam pasar, namun hasilnya nihil.
Editor : Wiwin Meliana