BALIEXPRESS.ID-Sebuah video yang memperlihatkan bangunan hotel berdiri sangat dekat dengan garis pantai viral di media sosial dan memicu kecaman warganet.
Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @jurnalisrakyat pada Kamis, 29 Mei 2025.
“Hotelnya tinggi dan mepet pantai….” tulis akun @jurnalisrakyat dalam keterangan unggahan, dikutip Jumat, 30 Mei 2025.
Video tersebut kemudian diunggah ulang oleh aktivis lingkungan sekaligus Senator DPD RI Ni Luh Djelantik.
Ia secara terbuka menandai Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, agar menindaklanjuti pembangunan hotel yang dianggap menyalahi aturan itu.
“Tolong bantu tag Bli Bupati Badung @iwayanadiarnawa agar segera ditindaklanjuti ya kesayangan. Matur Suksma,” tulis Ni Luh Djelantik dalam unggahan videonya.
Ni Luh juga mempertanyakan siapa pihak yang memberikan izin atas pembangunan hotel setinggi itu di kawasan pesisir.
“PROYEK HOTEL BANGUNAN SETINGGI INI SIAPA KASI IZIN?” lanjutnya.
Dalam unggahan, ia menyampaikan permohonan klarifikasi langsung kepada Bupati Badung dan mengungkapkan keprihatinannya terhadap kerusakan lingkungan yang kian parah di Bali.
“Om Swastyastu Bli Bupati Badung, bagaimana update terkait izin pembangunan hotel niki. Mohon klarifikasi mengapa seolah ada pembiaran. Bali lama kelamaan tambah benyah, air habis, jalan hancur, rakyat menangis. Tyang full support Bli bupati menindak tegas setiap pelanggaran,” tulisnya.
Unggahan tersebut pun memancing berbagai komentar dari warganet yang menyuarakan kekhawatiran serupa.
“Dulu Bali terkenal karena alam dan budayanya yang kental, sekarang terkenal karena hotel-hotel luxury, fancy club, nightlife,” tulis akun @lillystarsy.
“Ya ampun… jadi hak milik dah kawasan pantainya. Orang lokal dihadang satpam bila mau ke pantai itu,” keluh akun @henie_sania.
Baca Juga: Kos Dibobol Maling Saat Ditinggal Ke Pasar, Wanita di Gianyar Kehilangan HP hingga Emas
“Apakah pemerintahan hanya duduk manis melihat alam Bali mulai hancur? Kalau sudah menyalahi, bongkar saja,” tulis akun @rahady_deck.
“Ini pulau lama kelamaan ancur cuma karena keserakahan. Tereksploitasi tapi mayoritas pada merem. Nanti setelah rusak baru deh pada bingung,” komentar akun @hwisnup.
“Kalau sudah abrasi, nanti sibuk cari pembelaan. Pembangunannya apa nggak mikir ya? Di pinggir pantai buat hotel kayak gitu. Orang ke pantai buat menikmati alamnya, bukan hotel di pinggirnya,” ujar akun @mitaiwn.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan resmi dari pihak Pemerintah Kabupaten Badung maupun pengembang hotel terkait legalitas pembangunan yang menjadi sorotan tersebut.
Editor : Wiwin Meliana