Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Bobol Kos-Kosan di Kuta Selatan, Dua Pria Sumbawa Bersenjata Tajam Didor di Pelabuhan Lembar

I Gede Paramasutha • Jumat, 30 Mei 2025 | 19:19 WIB
MJ yang dihadirkan di Mapolsek Kuta Selatan dalam keadaan kaki diperban. (Bali Express/I Gede Paramasutha)
MJ yang dihadirkan di Mapolsek Kuta Selatan dalam keadaan kaki diperban. (Bali Express/I Gede Paramasutha)

BALIEXPRESS.ID - Aksi bobol kos-kosan di Jalan Pratama, Kelurahan Benoa, Kuta Selatan, Badung, pada Sabtu, 24 Mei 2025, berhasil diungkap oleh Polsek Kuta Selatan. Dua orang pelaku inisial MJ, 50, dan UA, 45, pun diringkus.

Kedua pria asal Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB) yang spesialis bobol kos-kosan tersebut bahkan dihadiahi timah panas alias didor pada kakinya.

Namun, terpantau hanya MJ yang dapat dihadirkan di Mako Polsek Kuta Selatan, lantaran UA mengalami sakit lambung dan harus menjalani perawatan di rumah sakit.

Menurut Kapolsek Kuta Selatan AKP I Komang Agus Dharmayana, UA adalah otak dari kejahatan ini.

Pria itu merupakan seorang residivis yang pernah ditangkap oleh Polresta Denpasar. Dalam melancarkan aksinya, dia berbekal senjata tajam (sajam).

"Yang bersangkutan pernah mendekam di Lapas Kerobokan, atas kasus yang sama, bebas pada 2017," ujarnya, didampingi Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi, Jumat 30, Mei 2025. 

Adapun terungkapnya kasus ini berdasarkan laporan korban VAW, 23. Perempuan asal Makassar, Sulawesi Selatan itu awalnya meninggalkan kos untuk berangkat bekerja sekitar pukul 07.10 WITA.

"Saat korban berangkat, keadaan kamar masih rapi dan utuh," tambahnya. Singkat cerita, VAW pulang kerja sekitar pukul 19.30 WITA.

Namun dirinya dibuat kaget bukan kepalang, lantaran keadaan kamar sudah acak-acakan.

Terlihat, jendela juga rusak akibat dicongkel. Saat ia mengecek barang-barang, didapati satu laptop Macbook Pro warna abu abu gelap beserta tas berisi headset warna putih yang diletakan di lantai samping kasur sudah raib.

Begitupula, satu Ipad Apple warna abu gelap dan casing warna hitam di atas kasur, dan uang tunai sejumlah Rp 5 juta juga hilang.

"Korban sempat berusaha mencari-cari di seputaran tempat kejadian perkara (TKP), tapi tak menemukan," tandas mantan Kapolsek Denpasar Selatan ini.

Maka, VAW memberitahu pemilik kos dan membuat laporan.

Menindaklanjuti laporan itu, Tim Opsnal Polsek Kuta Selatan, dipimpin Kanit Reskrim Iptu M Guruh Firmansyah melakukan penyelidikan ke TKP.

Setelah mengambil keterangan korban dan saksi-saksi, petugas pun mendapatkan ciri-ciri pelaku.

Ternyata, dua maling yang sedang diburu itu sudah kabur dari Bali menuju Lombok, NTB. 

Polisi langsung melakukan pengejaran, hingga menemukan MJ dan UB di Pelabuhan Lembar. Aparat segera meringkus mereka dan didor kakinya.

"Saat akan diamankan, keduanya nekat melakukan perlawanan dan mencoba kabur, maka kami berikan tindakan tegas terukur," tegasnya.

Tim Opsnal juga dapat menyita barang bukti hasil curian yang masih utuh belum sempat dijual, serta alat yang digunakan dalam beraksi.

Seperti, dua tang, obeng, linggis, serta sajam jenis sangkur/bayonet, dan motor Honda Vario.

"UA berperan masuk ke dalam kos kosan untuk mengambil barang, sedangkan MJ, menunggu di atas motor untuk melakukan pengawasan, sebagai antisipasi apabila ada yang datang," tuturnya.

Saat diinterogasi, UA dan MJ mengakui perbuatannya, karena motif ekonomi. 

Sebelum mencuri di Kuta Selatan, ternyata UA juga sempat melancarkan perbuatan serupa di Denpasar Barat.

Alasan mereka berbekal sajam adalah untuk jaga-jaga, kalau sampai kepergok, maka maling kambuhan ini tak segan melukai korbannya.

Atas perbuatannya, MJ dan UA disangkakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Mereka terancam hukuman penjara paling lama tujuh tahun. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#bobol #Kuta Selatan #sumbawa #didor #pria #kos-kosan