Sidak Kos-kosan Besar-besaran Digelar di Tabanan: Buntut Keluhan Masyarakat Soal Suara Bising
IGA Kusuma Yoni• Senin, 2 Juni 2025 | 02:10 WIB
Sidak Polres Tabanan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan, AKBP Chandra Citra Kesuma.
BALIEXPRESS.ID – Warga Tabanan dibuat bertanya-tanya setelah Polres Tabanan bersama tim gabungan menggelar sidak kos-kosan besar-besaran di Desa Delod Peken, Kecamatan Tabanan, Jumat hingga Sabtu lalu.
Operasi senyap ini bukan tanpa alasan; banyaknya laporan masyarakat yang merasa tidak nyaman akibat suara bising di sejumlah kos-kosan memicu tindakan tegas dari aparat.
Dipimpin langsung oleh Kapolres Tabanan, AKBP Chandra Citra Kesuma, sidak ini menyasar pemukiman padat pendatang dengan tujuan utama mendata penghuni dan memastikan situasi keamanan tetap kondusif.
"Kegiatan yustisi ini menyasar beberapa kos-kosan di seputaran wilayah hukum Polres Tabanan karena akhir-akhir ini banyak terjadi keributan di beberapa kos-kosan," jelas AKBP Chandra Citra.
Empat Lokasi Kos-kosan Disisir, Puluhan Penghuni Terdata!
Operasi ini menyasar empat lokasi kos-kosan berbeda di wilayah Banjar Gerokgak Gede, Desa Delod Peken. Hasilnya cukup mengejutkan:
Di Gang Polos, petugas mendata 24 penghuni dari 12 kamar.
Di Gang Sukun, tercatat 22 penghuni dari 13 kamar.
Di Jalan Ceroring No. 9, ditemukan 20 penghuni menempati 15 kamar.
Sementara di Jalan Ceroring Gang VI No. 1, ada 21 penghuni dari 18 kamar.
Selama kegiatan, petugas juga tak lupa memberikan imbauan penting kepada para penghuni kos agar melapor ke perangkat desa setempat dan turut menjaga suasana lingkungan agar tetap aman dan nyaman.
Ini tentu menjadi peringatan keras bagi siapa saja yang berniat membuat onar di lingkungan kos-kosan.
Sinergi 51 Personel Gabungan: Akan Ada Sidak Lanjutan?
Sidak kali ini melibatkan total 51 personel gabungan yang terdiri dari anggota Polri, TNI, pecalang, linmas, dan aparat desa.
Sebuah sinergi yang menunjukkan keseriusan pihak berwenang dalam menanggapi keluhan masyarakat.
Kapolres Tabanan menegaskan bahwa kegiatan serupa akan dilakukan secara berkala. Ini merupakan upaya preventif yang penting untuk menjaga stabilitas keamanan, khususnya di wilayah permukiman yang padat pendatang. "
Kegiatan berjalan dengan lancar, situasi kondusif dan terkendali," tutupnya. ***