BALIEXPRESS.ID-Kasus perundungan kembali menjadi sorotan publik setelah insiden memilukan terjadi di sebuah sekolah dasar di Riau.
Seorang bocah laki-laki berinisial KB, siswa kelas 2 SD berusia 8 tahun, dilaporkan meninggal dunia usai mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan oleh lima orang kakak kelasnya.
Baca Juga: Lupa Jalan Pulang, Lansia Terjepit di Celah Tembok Warga, Evakuasi Dramatis
Ayah korban, Gimson Beni Butarbutar (38), mengungkap bahwa putranya telah lama mengalami perundungan.
Ia menyebut bullying yang dialami anaknya tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga menyasar latar belakang suku dan agama yang dianut keluarga mereka.
Peristiwa tragis ini menjadi viral setelah berbagai akun media sosial mengunggah kronologi kejadian dan kondisi terakhir korban.
Netizen dari berbagai kalangan turut mengecam tindakan bullying yang dilakukan kepada anak yang masih duduk di bangku sekolah dasar.
Kasus ini tidak hanya menarik perhatian publik, tetapi juga tokoh nasional. Senator DPD RI Arya Wedakarna (AWK) turut bersuara dan menyampaikan tanggapan keras melalui akun Instagram pribadinya @aryawedakarna pada Minggu, 1 Juni 2025.
Baca Juga: Miris! Bocah SD di Riau Meninggal Diduga Dibully Kakak Kelas Karena Beda Suku dan Agama
“Jahat Ya... karena masalah Beda Agama siswa sampai Tewas dibully... Sekolah juga tdk cepat penanganannya.... Negara akan hadir !!!” tulis AWK, dikutip Senin, 2 Juni 2025.
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar dari netizen yang menyampaikan rasa duka, amarah, dan harapan agar kasus ini tidak berlalu begitu saja tanpa keadilan.
Banyak yang meminta agar pihak sekolah dan pelaku bertanggung jawab sepenuhnya.
“Apa nama sekolahnya? Sangat memalukan sekali kejadian di sekolah tapi pihak sekolah tidak menanggapi aduan org tua korban...” tulis akun @magda_retha.
“Bayangin masih SD saja sudah ada bibit² kebencian dalam hati nya...mw jadi apa bangsa ini ke depan nya...usut itu sampai ke sekolah nya...” komentar akun @sutanto1979.
Baca Juga: AMOR ING ACINTYA Nmax Bonceng Tiga Tabrak Bokong Truk Sampah, 3 Pemuda Asal Denpasar Tewas
“Minta tolong perhatiannya Jik untuk kasus ini. Pihak sekolah dan orang tua pelaku harus tanggung jawab.” tulis akun @flowers.bynita.
“Setiap pembully dimanapun harus seketika dikeluarkan dari sekolah, ini bentuk pendidikan sebenarnya sebelum menjadi bagian dari masyarakat.” tulis akun @suryapradhana888.
“Jangan ada kata di bawah umur dengan manusia dapat perlindungan, kenyataan sudah menghilangkan nyawa orang lain.” komentar akun @putu_oktinusa.
Respons publik yang luar biasa ini mencerminkan kekhawatiran mendalam terhadap meningkatnya kasus bullying yang berujung fatal.
Banyak yang menyerukan agar sistem pendidikan memperkuat pendidikan karakter dan toleransi sejak dini.
Saat ini, masyarakat menanti langkah tegas dari pihak berwenang. Tidak hanya kepada pelaku, namun juga kepada institusi yang dianggap abai terhadap tanda-tanda kekerasan yang telah terjadi sebelumnya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa bullying bukanlah candaan atau dinamika anak-anak semata. Ketika dibiarkan, dampaknya bisa sangat serius, bahkan merenggut nyawa.
Editor : Wiwin Meliana