BALIEXPRESS.ID - Pemkab Badung kini kembali membangkitkan sentra tanaman kakao atau coklat. Bahkan saat ini telah disiapkan lahan percontohan (Demplot) di Banjar Lipah, Desa Pelaga, Kecamatan Petang.
Hal ini disebutkan oleh, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Badung, I Wayan Wijana, Selasa (3/6/2025).
Menurut Wijana, di wilayah tersebut sebelumnya telah melakukan budidaya kakao di Banjar Lipah, hanya saja sempat terhenti. Hal ini terjadi lantaran harga yang jatuh dan masuknya komoditas lain. “Harga (kakao) pernah jatuh dan serangan hama serta masuknya komoditas perkebunan baru menyebabkan petani beralih komoditi. Sehingga tanaman kakao yang ada tidak teurus lagi,” ungkapnya.
Meski demikian, saat ini budidaya tanaman kakao di wilayah tersebut telah berkembang. Bahkan petani disebutkan memiliki lahan seluas 20 hektar yang sebagian besar berisi kakao. “Selain itu kami (dari dinas) juga mengembangkan tanaman kakao, demplot kami seluas 35 hektar,” terangnya.
Wijana menyatakan, tanaman kakao yang telah ditanam kini berusia satu setengah tahun. Demplot ini dilaksanakan dengan pengampingan Puslit Koka Jember. Bahkan tanaman-tanaman tersebut kini telah berbuah.
“Demplot ini kami melibatkan juga petani atau anggota subak. Demplot ini diharapkan bisa menjadi percontohan bagi petani lainnya,” ujarnya.
Lebih kanjut dirinya berharap, dapat menggairahkan kembali petani Kakao dengan berbagai program dan kegiatan. Para petani juga telah dilatih teknik budidaya yang bagus.
“Terkait dengan pengembangan kakao yang ada di Banjar Lipah ini, kami sudah berkoordinasi dengan Kelian subak, kita akan dorong lagi di kawasan ini dan akan ditambah luas tanam kakao sekitar 31 hektar lagi,” paparnya.
Sebelumnya, Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa menyatakan, pemerintah akan mensupport Subak Abian Mekar Sari yang bergerak di produksi kakao. Kedepan ia berharap agar dapat Ekspor kakao sekaligus menjadi produk unggulan di Badung.
“Saya berharap kepada Kepala Dinas Pertanian bersama jajarannya untuk serius menangani masalah ini bila perlu sesuai dengan visi kita bagaimana pertanian terintegrasi dengan pariwisata dan ini akan segera kita rapatkan dengan melibatkan beberapa perangkat daerah seperti Pertanian, PU termasuk Pariwisata untuk merumuskan program ini, hingga kedepan program ini menjadi sentral dari kakao termasuk subak-subak yang lain dan inilah yang ingin kita wujudkan di Badung Utara," ucapnya. (*)