Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Idul Adha Kian Dekat, Permintaan Kambing Menurun di Denpasar, Ini Kisaran Harganya

Putu Resa Kertawedangga • Rabu, 4 Juni 2025 | 13:46 WIB
Petugas kesehatan hewan mengecek kesehatan kambing jelang Idul Adha di Kota Denpasar, Selasa (3/6/2025).
Petugas kesehatan hewan mengecek kesehatan kambing jelang Idul Adha di Kota Denpasar, Selasa (3/6/2025).

BALIEXPRESS.ID - Jelang Hari Raya Idul Adha 2025, penjualan kambing untuk kurban di Kota Denpasar, Bali,  mengalami penurunan.

Penurunan penjualan ini sudah terjadi sejak tahun-tahun sebelumnya, seperti di kawasan Kampung Jawa, Denpasar.

Meski demikian dari pemeriksaan Dinas Pertanian Kota Denpasar, hewan kurban dalam kondisi sehat layak untuk dikonsumsi.

Seorang pedagang kambing, Yanti mengaku, penjualannya tahun ini turun signifikan. Bahkan penjualan langsung di pinggir jalan juga sepi peminat.

"Dulu bisa sampai 200 ekor, sekarang hanya sekitar 100-an. Tidak seramai dulu. Jualan di pinggir jalan sekarang menurun juga," ujarnya, Selasa (3/6/2025).

Ia menyebutkan, harga kambing saat ini berada di kisaran Rp3 juta hingga Rp3,5 juta.

Umumnya yang paling laku dengan harga Rp3,5 juta. Semua kambing yang ia jual diambil dari  asal Asah Gobleg, Buleleng.

Hal serupa juga disampaikan oleh, Ilham. Sebab penjual kambing lainnya juga merasakan hal serupa.

Ilham mengatakan, biasanya H-5 sudah ramai, tapi sekarang masih sepi.

“Harga Rp 3,5 juta biasanya paling laku. Dari 100 ekor yang disiapkan, belum terlalu banyak yang terjual," paparnya.

Sementara Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Dinas Pertanian Kota Denpasar, drh. Ni Made Suparmi menerangkan, kesehatan hewan kurbam secara rutin telah dilakukan.

 Bahkan hasil pengecekan setiap harinya menunjukkan hasil yang baik.

“Kegiatan pengecekan ini rutin kami lakukan setiap menjelang Idul Adha. Dari hasil pemeriksaan, kondisi fisik hewan kurban secara umum sehat dan layak dijual ke masyarakat,” terang Suparmi.

Ia menyebutkan, pemeriksaan meliputi kondisi mata, mulut, hidung apakah kering atau lembap, serta kaki apakah pincang atau tidak.

Selain itu, penilaian juga dilakukan terhadap nafsu makan, perilaku, dan gerakan hewan.

“Jika ditemukan tanda-tanda tidak normal, seperti lesu, respon makan lemah, atau ada leleran pada mata, maka pedagang akan diminta untuk memisahkan dan melaporkan ke dinas untuk ditindaklanjuti,” tegas Suparmi.

Untuk masyarakat awam, ia menyarankan agar calon pembeli memperhatikan perilaku hewan.

Bahkan disarankan untuk memberikan makan langsung untuk melihat respon hewan kurban.

“Hewan sehat biasanya aktif, nafsu makan baik, dan tidak menunjukkan gejala lesu. Pembeli bisa mencoba memberikan pakan untuk melihat responsnya,” tambahnya.

Suparmi menambahkan, seluruh hewan kurban yang dijual di Denpasar berasal dari daerah-daerah di Bali, seperti Buleleng, Kintamani, dan Tabanan.

Dirinya pun memastikan bahwa hewan kurban aman dari penyakit mulut dan kuku (PMK)

“Penyakit seperti PMK sudah tidak ditemukan, tapi pengawasan tetap kami lakukan secara intensif,” imbuhnya. (*)

 

Editor : I Made Mertawan
#bali #harga kambing #denpasar #hewan kurban #Penjualan Kambing #idul adha