BALIEXPRESS.ID-Peristiwa tragis terjadi pada Sabtu sore, 31 Mei 2025, di Pantai Tangguwisia, Desa Tangguwisia, Kecamatan Seririt, Kabupaten Buleleng.
Seorang remaja berusia 15 tahun, Komang Kesumananda, warga Desa Kedis, Kecamatan Busungbiu, dilaporkan meninggal dunia usai terseret ombak saat berenang bersama adiknya.
Baca Juga: WASPADA! Pencuri Gasak Laptop Berisi Data Kerja di Kuta Selatan, Masuk Lewat Jendela Belakang
Korban diketahui tengah bermain air laut bersama sang adik, I Ketut Adi Palguna (12), yang masih duduk di bangku kelas 6 sekolah dasar.
Keduanya terseret ombak, namun sang adik berhasil diselamatkan oleh warga sekitar. Sayangnya, nyawa Komang tidak tertolong.
Jenazah Komang rencananya akan dikremasi pada Selasa, 4 Juni 2025. Namun, pihak keluarga mengalami keterbatasan biaya untuk upacara kremasi yang diperkirakan mencapai Rp20 juta.
Baca Juga: Maling Bobol Toko Sembako di Denpasar, Kas dan Rokok Raib, Kerugian Hingga Ratusan Juta
Kabar duka ini menyentuh hati banyak pihak, termasuk komunitas sosial di media sosial. Akun Instagram @10ribumimpi, milik Ary Ulangun yang juga merupakan pemilik Yayasan 10 Ribu Mimpi, langsung menginisiasi penggalangan donasi untuk membantu keluarga korban.
Lewat unggahannya pada Selasa, 3 Juni 2025, Ary menyampaikan bahwa donasi sebesar Rp18.300.000 telah berhasil dikumpulkan dan diserahkan langsung kepada orang tua almarhum.
"Dana kremasi untuk almarhum Komang Kesumananda yang tenggelam di Pantai Tangguwisia," tulis Ary Ulangun di Instagram, dikutip Rabu, 4 Juni 2025.
Dalam unggahan yang sama, Ary menyampaikan rasa terima kasih kepada para donatur yang telah ikut berbagi untuk meringankan beban keluarga korban.
"Terima kasih untuk semua teman-teman yang berbagi untuk Komang. Jadikan ini sebagai pelajaran agar kita semua lebih waspada dan hati-hati ketika berenang di pantai, kalau bisa selalu diawasi oleh orang tua," tulisnya.
Unggahan Ary pun dibanjiri ucapan duka dan dukungan moral dari warganet.
"Semoga bisa terus berbagi," tulis akun @yuliani3416.
"Terima kasih orang baik," komentar akun @dek.ute.
"Selamat jalan Nda... baik-baik di sana ya Nda," ungkap akun @mglianaa.
"Amor ing Acintya," tulis akun @kadekdwijata.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai, terutama bagi anak-anak dan remaja.
Di sisi lain, gerakan spontan donasi yang berhasil menghimpun lebih dari Rp18 juta untuk keluarga korban menunjukkan bahwa nilai-nilai kemanusiaan dan solidaritas masih sangat hidup di tengah masyarakat.
Kepedulian warga terhadap sesama yang sedang tertimpa musibah menjadi harapan dan penguat bagi keluarga yang berduka, sekaligus menjadi contoh nyata bahwa kebaikan bisa datang dari mana saja.
Editor : Wiwin Meliana