Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Petruk Absen pada PKB 2025, Pasek Suardika Kritik Tim Kurator: Salah Alat Ukur

Wiwin Meliana • Kamis, 5 Juni 2025 | 16:44 WIB

Petruk tidak dilibatkan dalam PKB 2025
Petruk tidak dilibatkan dalam PKB 2025

BALIEXPRESS.ID-Absennya I Nyoman Subrata alias Petruk dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII 2025 menuai beragam pro dan kontra publik.

Absennya Petruk dalam PKB 2025 kali ini lantaran terbentur dengan syarat dan ketentuan tim kurator.

Baca Juga: Prajuru Adat Sebali Bantah Perbaikan Jalan Dilakukan Swadaya, Tegaskan Sudah Koordinasi dengan Bupati

Di mana drama gong lawas dijadikan percontohan bagi drama-drama gong lainnya sehingga diharapkan pemeran drama gong lawas mengutamakan anggah ungguhang bahasa Bali.

Hal ini ditekankan pada saat rapat tim kurasi agar dalam drama gong dihindari penggunakan kata tidak senonoh, tidak kasar, dan lebih kepada edukasi.

Diungkapkan juga bahwa evaluasi pada PKB 2024 tahun lalu drama gong lawas masih dianggap melakukan dialog-dialog yang tidak sepatutnya.

Petruk Cs hanya tidak dilibatkan pada acara PKB namun diluar acara tersebut Petruk akan tetap dilibatkan.

Baca Juga: Viral Perbaikan Jalan di Gianyar, Desa Adat Sebali Bantah Secara Swadaya; Itu Sisa Proyek Pengecoran

Menanggapi hal tersebut, advokat sekaligus politikus Gede Pasek Suardika menyayangkan keputusan tersebut.

Dalam unggahannya di media sosial, Pasek Suardika menyebut bahwa penilaian tersebut sangat lucu.

Hal ini lantaran dianggap menggunakan parameter baru untuk peristiwa lama.

“Penilaian paling lucu, menggunakan parameter baru untuk peristiwa lama. Salah alat ukurnya,” ungkap GPS dikutip pada Kamis (05/06/2025).

Pihaknya mempertanyakan kurator yang menilai standar kesopanan dan pornografi dulu dengan sekarang.

Baca Juga: Dikenal Romantis, Pelaku Sempat Rayakan Ultah Istri Sebelum Rekayasa Pembunuhan

“Tanyakan saja orangtuanya jika dulu mandi di sungai pinggir jalan. Laki dan perempuan telanjang dan tidak ada kasus pemerkosaan. Sementara sekarang jauh berbeda. Tertutup tetapi malah hasilnya sebaliknya,”jelasnya.

“Standar dulu ya standar dulu. Jangan pakai standar sekarang dipakai menilai masa lalu kemudian mengaku kita generasi sekarang yang paling baik standarisasi bicara kesopanan dan pornografi,” imbuhnya.

Pihaknya juga menduga pelarangan Petruk tampil pada PKB 2025 lantaran adanya perbedaan politik.

“Kalau hanya untuk cari alasan singkirkan karena beda pilihan maka sejatinya begitu rendahnya moral etis kepemimpinan dengan mencari cari kesalahan yang berbeda,” pungkasnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#petruk #pasek suardika #drama Gong #pkb #absen