BALIEXPRESS.ID– Seniman drama gong senior, Petruk, memberikan tanggapan terkait ketidakterlibatannya dalam pementasan drama gong lawas pada Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII tahun 2025.
Petruk mengaku legawa tidak tampil hanya karena diduga penggunaan kata “bangsat” yang kerap ia ucapkan di atas panggung.
Seniman legendaris bernama asli I Nyoman Subrata ini menegaskan bahwa dirinya hanya absen tampil di ajang PKB tahun ini.
Baca Juga: Terkuak! WNA India Bawa Paket Ganja dan Hasis dari AS, Ekspatriat Australia Bantah Terlibat
Sementara undangan pentas dari masyarakat di luar agenda tersebut masih berjalan seperti biasa.
“Masih biasa keliling manggung, pentas calonarang dan lainnya,” kata Petruk ditemui di kediamannya di Banjar Kawan, Kelurahan Kawan, Bangli, pada Kamis (5/6/2025).
Hanya saja, ia memang membatasi jadwal manggung. Itu tidak terlepas dari usianya sudah 77 tahun.
Ia harus mengontrol diri demi kesehatannya. “Dulu 1 hari 3 kali sampai kali, oke. Sekarang seminggu 2 kali saja,” ujar Petruk yang dalam obrolannya kerap diselingi lelucon.
Petruk menyatakan bahwa kata ‘bangsat’ kini telah menjadi bagian dari gaya khasnya di atas panggung.
Ia menyebut, ucapan itu semata-mata digunakan dalam konteks hiburan.
Petruk menegaskan bahwa ucapan itu tidak dimaksudkan untuk menyakiti siapa pun.
Tidak jarang, kata itu muncul bukan kemauannya sendiri, tapi permintaan masyarakat sebelum pentas.
“Mereka justru menanti-nanti kata itu,” jelas Petruk.
Tak hanya saat pementasan, Petruk juga sering diminta mengucapkan kata tersebut ketika bertemu masyarakat di luar panggung.
“Sering ada yang minta kata-kata hari ini. ‘Adi sing misi bangsat?” kata Petruk menirukan kelakar para penggemarnya. (*)
Editor : I Made Mertawan