BALIEXPRESS.ID-Ketidakhadiran seniman kawakan I Nyoman Subrata alias Petruk dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII 2025 memicu perdebatan di kalangan publik, terutama pecinta seni drama gong lawas.
Absennya Petruk kali ini disebut-sebut disebabkan oleh ketentuan tim kurator yang mengatur syarat penampilan dalam PKB.
Baca Juga: Tahanan Pelecehan Anak Tewas Dikeroyok, Propam Periksa 3 Petugas Rutan Polresta Denpasar
Dalam penjelasan yang beredar, drama gong lawas dijadikan acuan bagi pementasan drama-drama gong lainnya, sehingga para pemainnya diharapkan mampu menunjukkan anggah-ungguh bahasa Bali yang baik.
Penekanan tersebut disampaikan dalam rapat tim kurasi, dengan harapan drama gong dapat menghindari penggunaan bahasa yang tidak senonoh dan kasar serta lebih menonjolkan unsur edukasi.
Evaluasi atas pelaksanaan PKB 2024 disebut menjadi dasar pengambilan keputusan ini, di mana tim kurator menilai bahwa masih terdapat dialog dalam drama gong lawas yang dianggap tidak patut.
Meski tidak dilibatkan dalam PKB, pihak terkait menyebutkan bahwa Petruk Cs masih akan terlibat dalam kegiatan kesenian di luar ajang resmi tersebut.
Namun, isu ketidakterlibatan Petruk segera memantik spekulasi liar di media sosial.
Beberapa warganet bahkan mengaitkan absennya tokoh legendaris tersebut dengan unsur politik, hingga menyalahkan Gubernur Bali dan istrinya.
Merespons polemik tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster akhirnya memberikan pernyataan resmi dalam rapat pleno PKB XLVII yang berlangsung di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Kamis, 5 Juni 2025.
Dalam video yang diunggah akun Instagram @kutaselatan.news, Koster tampak menyayangkan munculnya isu yang berkembang.
“Ada yang agak menggelitik sekarang suasana Bali itu terkait dengan beritanya Petruk. Rame di media sosial, kok Petruk gaboleh tampil. Apalagi muncul yang melarang itu gubernur, istri gubernur, ga ada itu,” ujar Koster dikutip Kamis, 5 Juni 2025.
Ia menegaskan tidak pernah melakukan intervensi terhadap tim kurator ataupun Dinas Kebudayaan terkait penampilan seniman di PKB.
Baca Juga: Kronologi Tahanan Polresta Denpasar Tewas Dikeroyok, Pelaku Diduga 7 Tersangka Narkoba
“Saya ga pernah bicara dengan Pak Kadis mengenai siapa yang akan tampil. Saya cek ke Pak Kadis kenapa dia tidak bisa tampil, katanya ada masukan dari kuratornya,” imbuhnya.
Lebih lanjut, Koster meminta agar isu ini tidak digulirkan menjadi polemik politik, mengingat tahapan Pemilihan Gubernur (Pilgub) telah usai.
“Tolong ini di-clear-kan, jangan sampai ini digulir menjadi isu yang ga bagus, dikait-kaitkan dengan politik. Ini Pilgub udah selesai, udah ga lagi mikir ini pendukung ini dan itu. Bahkan saya sama Pak De Gadjah datang ke rumahnya, ngopi bareng,” kata Koster.
Ia juga menegaskan bahwa tidak ada unsur personal dalam ketidakterlibatan Petruk di PKB 2025.
“Jadi ga ada hal seperti itu, jangan ada bias politik. Tolong di-clear-kan ini, saya nanti kena tuduh. Wak sing nawang ape kena tuduh. Istri saya juga dituduh, makanya saya minta clearkan ini,” ujarnya.
Sebagai bentuk apresiasi pribadi terhadap sang seniman, Koster menambahkan bahwa Petruk merupakan favoritnya sejak lama.
“Petruk ini kan sudah menjadi favorit saya sejak dulu. Kenapa baru sekarang ga boleh tampil, kenapa ga dari dulu. Kan jadi pertanyaan publik. Tolong pertimbangkan ini, kurator. Kalau memang pantes ya tampilkan saja. Cuma dikasih tahu jangan jorok-jorok, itu aja,” pungkasnya.
Editor : Wiwin Meliana