Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ni Luh Djelantik Kritik Larangan Petruk Tampil di PKB; Fokuslah ke Masalah Nyata

Komang Wira Muliartana • Jumat, 6 Juni 2025 | 14:58 WIB

Ni Luh Djelantik Tanggapi Polemik pelawak Petruk yang dilarang tampil di PKB
Ni Luh Djelantik Tanggapi Polemik pelawak Petruk yang dilarang tampil di PKB

BALIEXPRESS.ID-Sorotan terhadap penampilan lawakan khas tokoh Petruk dalam ajang Pesta Kesenian Bali (PKB) memantik reaksi keras dari tokoh masyarakat dan pegiat budaya, Ni Luh Djelantik.

Setelah 50 tahun menjadi bagian dari tradisi seni rakyat, kini lawakan Petruk dianggap oleh sebagian pihak melanggar norma kesopanan.

Baca Juga: Gubernur Koster Buka Suara Soal Petruk Tak Tampil di PKB, Ngaku Kaget, Minta Jangan Dibawa ke Isu Politik

Namun, Ni Luh Djelantik menegaskan bahwa membungkam ekspresi budaya seperti Petruk justru bisa menjadi bentuk pelecehan terhadap warisan budaya lokal.

“PETRUK HARUS TAMPIL ATAU PEJABAT YANG MELARANG AKAN DIHUJAT SELURUH RAKYAT BALI,” tegas Ni Luh dalam akun instagram resminya, dikutip pada Kamis (5/6).

Lebih lanjut, ia menyindir keras pihak-pihak yang sibuk mengurusi penampilan seni tradisional ketimbang menyelesaikan persoalan-persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

“Sebaiknya urus joget jaruh, jalan rusak, sampah, insentif untuk pecalang, daripada urus norma kesopanan Petruk,” tegasnya.

Menurut Ni Luh Djelantik, PKB adalah ajang budaya untuk rakyat, bukan panggung elite yang alergi terhadap ekspresi rakyat kecil.

Baca Juga: Tahanan Pelecehan Anak Tewas Dikeroyok, Propam Periksa 3 Petugas Rutan Polresta Denpasar

 Ia menyebut bahwa tokoh Petruk telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Bali sejak lama dan tidak pernah menimbulkan keresahan berarti.

“PKB adalah event untuk rakyat. Petruk sudah menjadi bagian dari hidup kami sejak kami masih kecil, toh kami baik-baik saja. Kalau telinga tak bisa terima joke Petruk, lebih baik kalian yang tidak usah datang,” pungkasnya.

Pernyataan Ni Luh menuai dukungan luas di media sosial. Banyak netizen yang menyuarakan hal serupa, bahwa ekspresi budaya seperti lawakan Petruk seharusnya dilestarikan, bukan dibungkam atas nama tafsir sempit norma kesopanan.

“50 thn mare komen pemerintahnya, berkat legend kak petruk semua masyarakat bali bisa tertawa,” tulis akun @putu_sugix_

Baca Juga: Pernyataan Patrick Kluivert Soal Kunci Kemenangan Timnas Indonesia atas Tiongkok pada Kualifikasi Piala Dunia

“Lah!! 50 tahun kemana aja sih,” tulis akun @didiroa77

“Memperbaiki/mengkoreksi orang lain itu bagus, namun jauh lebih bagus jika memperbaiki/mengkoreksi diri sendiri terlebih dahulu. Pekak petruk sedari dulu berusaha menghidupkan drama, bukan seperti anda sekarang yang selalu mendramakan kehidupan!!!,” tulis akun @cikho.cis

 

Editor : Wiwin Meliana
#petruk #Niluh Djelantik #pkb