Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dinilai Tidak Netral, Arya Wedakarna Sayangkan Sikap Perbekel Baturiti

Putu Ayu Aprilia Aryani • Sabtu, 7 Juni 2025 | 15:06 WIB

Bocor Rekaman Suara Oknum Perbekel di Tabanan Diduga Intimidasi Warga Soal Pilkada
Bocor Rekaman Suara Oknum Perbekel di Tabanan Diduga Intimidasi Warga Soal Pilkada

BALIEXPRESS.ID-Media sosial tengah dihebohkan oleh beredarnya rekaman suara yang berisi ujaran kebencian dari seorang oknum perbekel di Tabanan terhadap warga yang memiliki pilihan politik berbeda dalam Pilkada 2024.

Rekaman suara tersebut diduga kuat milik Perbekel Desa Baturiti, Kecamatan Kerambitan, Tabanan, I Made Suryana.

Baca Juga: Putri Koster Bantah Dalangi Pemblokiran Petruk di PKB: Fitnah Jilid II

Rekaman itu kembali mencuat usai dibagikan ulang oleh akun resmi Ketua DPD Gerindra Bali, I Made Muliawan Arya alias De Gadjah.

Dalam pidatonya yang berapi-api di sebuah forum resmi, terdengar suara oknum perbekel yang terang-terangan menanyakan kepada warga yang hadir terkait siapa yang memilih pasangan Sanjaya-Dirga pada Pilkada 2024, dan meminta mereka untuk mengangkat tangan.

Kandungan rekaman yang dinilai memecah belah tersebut sontak memicu gelombang reaksi publik.

Tidak hanya menjadi perbincangan hangat di media sosial, rekaman itu juga mendapat perhatian dari tokoh nasional, termasuk Senator DPD RI, Arya Wedakarna (AWK).

Baca Juga: Perkuat Kepedulian Sosial, Astra Motor Bali Salurkan 300 Paket Daging Kurban Idul Adha

Dalam unggahannya yang mengutip ulang rekaman suara tersebut pada Jumat, 6 Juni 2025, AWK menyampaikan pandangannya melalui sebuah pernyataan tegas.

“Jika Benar, AWK Sayangkan Isi Arahan Perbekel Baturiti Yang Tidak Netral. Desa Harus Melayani Semua Warna. PDIP dan Gerindra Sama - Sama Nasionalis dan Bekerjasama,” tulis AWK, dikutip Sabtu, 7 Juni 2025.

Pernyataan itu mendapat dukungan luas dari masyarakat, tercermin melalui berbagai komentar di media sosial yang menyayangkan sikap perbekel tersebut.

“Rase menyame be ilang ulian ibah,,,bes aeng jeleme ne ,,,ibah to sing pipis pdi apa lg pis kantong ne pak adi,, pis rakyat ,,,,jeleme mate pipis mepete sing ngelah etitut,jk etika,,pocol ci lekat di bali jadi jeleme hindu,,sing nawang karma,,pilkada to pesta demokrasi,,,sing terpecah jk nyame bali,” tulis akun @yudhidharmaguna22.

“Lucu, harusne dri Rakyat utk Rakyat. Sekonden dadi pemimpin, taen dadi rakyat biase msih. Kene gen jeneng” pemimpin panatix di bali. Uwug gumi yen onyangan ajak kene,” komentar akun @bagusdrmayuda.

Baca Juga: Jasad Bayi Terbungkus Kain Merah Muda Ditemukan di Pemakaman, Polisi Curiga Praktik Aborsi

“Jika benar, pemerintah harus mencopot perbekel spt ini,, ini sdh memecah belah namanya ,,, perbekel adalah milih seluruh masyarakat di desa yg dia pimpin …” tulis akun @gusadi.77.

“Sangat disayangkan keintelektualan Perbekel ini ; Hak Pilih seseorang dipertanyakan tp dia akan mempertanggungjawabkan statemennya itu, usut tuntassss,” komentar akun @tude_ekayasa.

“Sekelas kepala desa aja seperti ini, gmna nanti dapat jabatan yg lebih tinggi lagi. Pasti suka memecah belah,” kritik akun @komangariarta_.

Hingga kini publik terus menagih klarifikasi dan langkah tegas atas dugaan pelanggaran netralitas yang dilakukan oleh oknum kepala desa tersebut.

Editor : Wiwin Meliana
#perbekel #arya wedakarna #Baturiti #Tidak Netral