BALIEXPRESS.ID – Semangat toleransi dan kebersamaan antarumat beragama tercermin dalam perayaan Idul Adha 1446 Hijriah di Desa Kintamani, Kecamatan Kintamani, Kabupaten Bangli, Bali.
Pemuda Pemudi Banjar Sudihati, Desa Kintamani, mengemas takbir keliling menjadi ajang kolaborasi budaya melalui acara bertajuk 'Gema Takbir Pemuda Pemudi Sudihati Kintamani' yang berlangsung meriah, Kamis (5/6/2025).
Acara ini dipusatkan di Gedung Lantai 3 Pasar Singamandawa, Kintamani, dan melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Ketua pelaksana kegiatan, M. Rifki Afif, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut tidak sekadar takbir keliling, tetapi juga menjadi ajang unjuk kebolehan seni dari tiga budaya yang hidup berdampingan di Desa Kintamani.
"Acara ini menyatukan 3 budaya yang ada di Kintamani yaitu Tarian Bali, pentas Barongsai, serta penampilan Hadrah, di mana kami mengundang seluruh STT di Desa Kintamani yang meliputi 9 banjar untuk turut menyumbangkan pertunjukan," ujar Rifki.
Wakil Bupati Bangli I Wayan Diar yang turut hadir memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan ini.
"Semua masyarakat untuk berhati-hati dengan perkembangan media sosial karena banyak perkembangan media sosial yang mengakibatkan perpecahan suku agama budaya dan kepercayaan," pesan Diar.
Hal senada disampaikan anggota DPRD Bangli I Wayan Sutama. Politikus Partai Golkar asal Desa Kintamani ini menyiratkan bahwa takbir keliling umat serangkaian Idul Adha umat muslim tidak hanya berjalan lancar, tetapi juga sarat makna.
"Semoga kegiatan ini bisa berlangsung terus dan dengan adanya kegiatan ini bisa menambah rasa toleransi beragama di Desa Kintamani," tutur Sutama.
Dukungan juga datang dari Mangku Lae, pembina Barongsai Lion Mountain Kintamani, yang menyebut kolaborasi ini membanggakan.
"Kami sudah kedua kalinya ikut serta dalam acara gema takbir dan antusias. Anak-anak senang sekali dapat berbaur dengan teman-teman antarumat beragama," katanya.
"Kolaborasi umat beragama seperti ini sangat jarang dilakukan bahkan menjadi pertama kalinya dilakukan di Kintamani. Semoga menjadi inspirasi untuk daerah lainnya di Bali," tambahnya.
Kesan positif juga diungkapkan Putu Sariwangi, perwakilan STT Kesuma Giri Banjar Surakarma Kintamani, yang menjadi salah satu penari dalam pertunjukan Sekar Jagat.
"Saya sangat senang dapat berpartisipasi kedua kalinya dengan konsep yang lebih meriah," tuturnya. (*)
Editor : I Made Mertawan