BALIEXPRESS.ID - Kawasan Destinasi Tujuan Wisata (DTW) Jatiluwih kembali viral di media social.
Bukan karena aktivitas wisatanya, tetapi seorang pria menembaki sekawanan anjing di areal persawahan.
Kejadian ini viral di media sosial setelah diunggah oleh akun Instagram @the.warung.168.
Unggahan itu kemudian mendapat atensi dari netizen mengenai latar belakang pria bersenjata itu melakukan penembakan terhadap anjing milik warga.
Pengunggah berencana melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian.
Kapolsek Penebel, AKP Gusti Kade Alit Murdiasa saat dikonfirmasi Senin (9/6) menyatakan, sudah mengetahui kejadian penembakan hewan di kawasan DTW Jatiluwih.
Namun AKP Alit Murdiasa menyebutkan, pihaknya belum menerima laporan resmi dari masyarakat. Dia menyatakan akan merespon berita viral tersebut.
“Terkait aksi penembakan hewan di kawasan DTW Jatiluwih tersebut, kami di Polsek Penebel belum menerima laporan resmi dari masyarakat, namun kami sudah mengambil upaya tindak lanjut untuk menggali informasi terlebih dulu," jelasnya.
Dari penelusuran yang dilakukan Polsek Penebel, dikatakan AKP. Alit Mudiarsa, penembakan dilakukan oleh warga karena sejak beberapa waktu lalu ada anjing liar yang merusak padi yang sudah siap panen di areal persawahan tersebut.
Karena anjing yang merusak padi jumlahnya cukup banyak, maka warga mengambil inisiatif untuk membunuh dengan senapan angin, dimana saat itu sudah dieksekusi 2 ekor.
Sementara itu, I Nyoman Sudiarta, pecalang adat Desa Jatiluwih, menyatakan, lelaki yang ada di dalam video tersebut merupakan warga yang sawahnya dirusak oleh kawanan anjing.
“Warga yang diketahui bernama Pak Erna ini memang melakukan penembakan terhadap anjing berwarna putih pada hari Minggu (8/6) lalu dengan menggunakan senapan angin hingga mengakibatkan 2 ekor anjing mati,” paparnya.
“Dari keterangan saksi di lapangan, pemilik lahan menembak anjing-anjing tersebut karena anjing menyalak galak. Sampai saat ini kami masih mendalami kejadian ini dan akan terus menggali informasi,” tambahnya. (*)
Editor : Nyoman Suarna