UPDATE! Hilangnya Kakek 75 Tahun di Karangasem: Pencarian Dihentikan, Keluarga Gelar Upacara Adat
I Wayan Adi Prabawa• Selasa, 10 Juni 2025 | 00:07 WIB
PENCARIAN: Proses pencarian I Made Rerod yang tak kunjung pulang.
BALIEXPRESS.ID – Kisah mengharukan sekaligus penuh teka-teki menyelimuti hilangnya I Made Rerod, kakek berusia 75 tahun asal Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali.
Setelah empat hari pencarian intensif oleh tim SAR gabungan, operasi pencarian resmi dihentikan pada Senin (9/6) atas permintaan pihak keluarga.
Keputusan ini memicu pertanyaan dan rasa penasaran, terutama setelah kakek Rerod menghilang tanpa jejak sejak Kamis (5/6) lalu.
Pencarian Penuh Harapan yang Berakhir Lebih Awal
Tim SAR gabungan telah menyisir berbagai lokasi yang dicurigai, termasuk perbukitan di sekitar Desa Seraya, tempat kakek Rerod terakhir kali terlihat.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem, I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana, menjelaskan bahwa meski upaya maksimal telah dilakukan, target belum berhasil ditemukan.
"Operasi SAR telah memasuki hari keempat, yang mana tim SAR gabungan melaksanakan pencarian di area-area yang dicurigai keberadaan target, namun sampai saat ini belum ditemukan," ujarnya.
Penghentian operasi ini, meskipun belum mencapai batas waktu tujuh hari yang diatur dalam Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2014 tentang Operasi SAR, dilakukan berdasarkan permintaan keluarga.
Pihak keluarga kini berencana akan melakukan upacara sesuai kepercayaan adat daerah setempat.
I Made Rerod dikenal sering berjalan-jalan di sekitar desanya. Namun, pada Kamis (5/6) itu, ia diduga berjalan lebih jauh hingga ke desa sebelah di sekitar perbukitan, dan sejak saat itu ia tak kunjung kembali ke kediamannya di Banjar Gangbang, Desa Seraya.
Fakta ini menambah misteri di balik hilangnya sang kakek.
Akankah Pencarian Dilanjutkan? Harapan Itu Selalu Ada
Meskipun operasi SAR telah dihentikan, Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Karangasem menegaskan bahwa pintu untuk melanjutkan pencarian selalu terbuka.
"Bilamana nantinya target yang kita cari ditemukan atau terlihat oleh warga masyarakat, kami dari tim gabungan membuka lagi operasi SAR untuk membantu proses evakuasi," ungkap I Gusti Ngurah Eka Wiadnyana.
Kini, pertanyaan besar menggantung: apa yang sebenarnya terjadi pada I Made Rerod?
Apakah ia akan ditemukan kembali, ataukah misteri ini akan terus menjadi tanda tanya bagi keluarga dan warga sekitar? Hanya waktu yang akan menjawabnya. ***