Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Profil I Made Tirana: Dari Ajudan, hingga Nakhodai Pemadam Kebakaran Denpasar

I Gede Paramasutha • Rabu, 11 Juni 2025 | 01:59 WIB
Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana. (Bali Express/Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar)
Kadis Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar, I Made Tirana. (Bali Express/Dinas Pemadam Kebakaran Kota Denpasar)

BALIEXPRESS.ID – Menjabat sebagai Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Denpasar sejak 25 Oktober 2023, I Made Tirana, S.H., M.H., ternyata merupakan sosok yang relatif baru di dunia penanganan bencana api. 

Namun, pengalamannya yang luas di berbagai posisi pemerintahan dan semangatnya yang membara untuk melayani masyarakat, telah membawanya langsung menghadapi tantangan besar, bahkan sejak hari pertama menjabat.

Pria asal Banjar Abian Kapas Tengah, Desa Adat Sumerta, Kelurahan Sumerta, Denpasar Timur itu mengawali kariernya di Dinas Pariwisata sebagai staf, lalu berkiprah di bagian protokoler.

Ia pernah menjadi ajudan bagi tokoh-tokoh penting seperti mantan Wakil Gubernur Bali, Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga, dan mantan Wakil Wali Kota Denpasar, I Ketut Robin. 

Pria kelahiran 9 November 1967 ini juga sempat menjabat sebagai Camat Denpasar Timur, sebelum akhirnya dilantik sebagai Kadis Damkar dan Penyelamatan Kota Denpasar, pada Oktober 2023.

Begitu dilantik, ia langsung dihadapkan dengan tantangan besar. Kala itu terjadi kebakaran hebat di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung.

"Dari sana saya memulai, artinya melakoni di bidang pemadam kebakaran. Dengan semangat teman-teman di lapangan juga, astungkara waktu itu TPA Suwung dapat diselamatkan. Sehingga, pelayanan kepada masyarakat terkait pembuangan sampah bisa terlaksana lagi," ujarnya, Selasa (10/6).

Sejak saat itu, Tirana menunjukkan dedikasi luar biasa.

Ia tak segan terjun langsung ke lapangan, mempelajari seluk-beluk penanganan kebakaran, alat-alat yang digunakan, dan memberikan motivasi kepada timnya. 

"Astungkara sampai saat ini saya bisa terus hadir memimpin operasi pemadaman di lapangan, meskipun malam dini hari. Kalau sudah ada info masuk, saya langsung turun mendampingi teman-teman di lapangan," tuturnya.

Sebagai Kadis Damkar, dirinya memperhatikan bahwa kasus kebakaran di Denpasar paling sering terjadi akibat kelalaian masyarakat itu sendiri.

Seperti menghidupkan dupa saat ada kemarau dan disertai angin, meninggalkan dupa masih hidup, baik itu di ruangan, ataupun di pelinggih-pelinggih.

Selain itu, korsleting listrik akibat arus pendek atau jaringan kabel usang yang memerlukan perawatan dan peremajaan juga menjadi penyebab umum.

Menyadari pentingnya pencegahan, Tirana gencar melakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat.

Mengingat ia masih baru di bidang ini, ia memilih untuk menyampaikan informasi melalui perwakilan, seperti PKK Kota Denpasar, ke masing-masing kecamatan, kantor-kantor, bahkan hotel-hotel.

Di luar kesibukan pekerjaannya, pria murah senyum ini memiliki hobi yang terus berkembang seiring waktu. Dari sebelum menikah, dirinya menggandrungi olahraga sepak bola.

"Tapi sekarang setelah berkeluarga, lapangan bola itu sudah terlihat luas sekali," ucapnya sembari tertawa.

Kemudian pria ini beralih ke futsal, namun kini lebih menikmati bersepeda. Tirana adalah seorang ayah dari tiga putra.

Anak pertamanya lulusan arsitektur, anak kedua di bidang ekonomi, dan anak bungsunya baru saja menamatkan SMA. 

Keluarga dan dukungan timnya menjadi motivasi kuat bagi Tirana untuk terus memberikan yang terbaik dalam mengemban tugas mulia menjaga keselamatan Kota Denpasar dari ancaman amukan si jago merah. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#pemadam kebakaran #denpasar #Made Tirana