Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ribuan WNA AS Jadi Korban Sindikat Love Scam di Bali, Ada yang Diajak VCS, Lalu Diperas

I Gede Paramasutha • Rabu, 11 Juni 2025 | 19:43 WIB
38 pelaku bagian dari sindikat Love Scam yang beroperasi di Pulau Dewata dihadirkan di Polda Bali. (Bali Express/Agung Bayu)
38 pelaku bagian dari sindikat Love Scam yang beroperasi di Pulau Dewata dihadirkan di Polda Bali. (Bali Express/Agung Bayu)

BALIEXPRESS.ID - Sejumlah fakta lainnya terungkap saat Polda Bali mendalami kasus sindikat penipuan berkedok asmara alias Love Scam yang mereka bongkar pada Senin (9/6).

Ternyata, 38 orang pelaku sindikat Love Scam yang ditangkap di Bali ini menggunakan sejumlah modus licik terhadap korbannya.

Direktur Direktorat Reserse Siber Polda Bali Kombespol Ranefli Dian Candra menerangkan, jaringan ini menyasar Warga Negara Asing (WNA) asal Amerika Serikat (AS).

"Dari hasil pemeriksaan kami korbannya ada ribuan WNA AS, entah itu yang berada di negaranya, ataupun yang ada di Bali," tuturnya, Rabu (11/6).

Jadi, jaringan tersebut sudah beroperasi sejak 2023. Berawal dari lima orang yang awalnya mereka mencari kerja di Kamboja. 

Mereka adalah Noah, Adi, Jimmy, James, dan Oki, yang direkrut sebagai broadcaster oleh seseorang di Kamboja berinisial VV.

Parahnya, meski korbannya warga Negeri Paman SAM, jaringan yang dikendalikan VV, justru disupport oleh pihak yang berasal dari AS juga.

Lalu, kantor di Kamboja menawarkan akan membuka di Indonesia. Sehingga, lima orang itu pun bersedia beroperasi di Bali dengan lokasi awal di Tabanan.

Setelah itu, berkembang merekrut tenaga baru dan dibuka lagi kantor-kantor lainnya. 

"Total pelaku jadinya 38 orang, tidak ada dari Bali, ini dari luar daerah macam-macam, dari Jawa Barat, Jakarta, hingga Sumatera," tambahnya. Mereka semua diminta melakukan kegiatan broadcast kepada akun-akun telegram milik WNA AS. 

Para pelaku bertindak seolah-olah menjadi perempuan menggunakan beberapa foto yang dilengkapi dengan data diri palsu. Bahkan ada yang, pura-pura jadi model cantik yang membutuhkan teman.

Foto-foto palsu dapat mengelabui dan meyakinkan para calon korban, sehingga bisa mendapatkan data yang dicari dari para korban.

"Korban ditipu dengan diajak bisnis, karena dapat profil pengusaha misalnya. Tergantung ke mana arah percakapannya. Bisa juga diajak VCS (Video Call S*ks) habis itu diperas. Karena karakter yang mereka jual untuk membujuk ini wanita cantik model," bebernya.

Pelaku mengarahkan korban agar memberikan data pribadi seperti nama lengkap, umur, alamat, dan lain-lain.

Setelah didapat, maka para pelaku mengajak berkomunikasi lebih intens di akun telegram pribadi untuk mengirimkan link agar diklik.

Akhirnya data dan link diserahkan kepada VV untuk dikelola oleh jaringannya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#as #bali #wna #love scam