Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ni Luh Djelantik Dukung Warga Temesi Tolak Relokasi TPA: Pemerintah Wajib Dengar Suara Rakyat

Putu Ayu Aprilia Aryani • Kamis, 12 Juni 2025 | 15:55 WIB

Ni Luh Djelantik dukung warga Temesi tolak relokasi TPA
Ni Luh Djelantik dukung warga Temesi tolak relokasi TPA

BALIEXPRESS.ID-Kasus penolakan warga Desa Temesi terhadap rencana relokasi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung dan sampah dari luar Kabupaten Gianyar ke desa mereka menuai sorotan luas.

Salah satu tokoh yang angkat suara dengan tegas adalah Ni Luh Djelantik, yang menyatakan dukungan penuh terhadap perjuangan warga Temesi.

Baca Juga: Pemkab Tabanan Resmi Bebaskan Denda PBB-P2, Ini Periode yang Dapat Keringanan

Dalam pernyataannya, Ni Luh Djelantik menegaskan bahwa penolakan warga bukanlah bentuk pembangkangan, melainkan ekspresi hak asasi yang wajib dihormati.

“Hak Asasi Manusia tolong jangan diinjak-injak. Jika rakyat menolak, pemerintah harus dengar. Rumah mereka bukan tempat sampah,” tegasnya melalui postingan akun pribadinya @niluhdjelantik.

Senator yang dikenal vokal dalam menyuarakan hak-hak rakyat itu menyayangkan keputusan pemerintah yang terkesan memindahkan beban tanpa solusi menyeluruh.

Baca Juga: Viral! Aksi Petani Robek Layangan Milik Sekelompok Remaja Tuai Simpati Warganet

 Ia menilai, sebagai kepala daerah tertinggi di Bali, Gubernur seharusnya mengambil langkah strategis dengan melibatkan seluruh kepala daerah untuk mengatasi persoalan sampah secara adil dan mandiri.

“Sebagai kepala daerah tertinggi di Provinsi Bali, harus punya inisiatif mengumpulkan semua bupati, wali kota, dan juga para wakilnya. Putuskan bersama: sampah kalian, kalian yang urus. Bagaimana caranya? Beliau gubernur, beliau punya sarana, logistik, dana, dan anggaran untuk itu,” jelasnya.

Menurut Ni Luh, Bali bukan sekadar destinasi wisata, tetapi tempat jutaan rakyat menggantungkan hidupnya.

Karena itu, keputusan soal sampah tidak bisa dilakukan secara sepihak tanpa mempertimbangkan dampak sosial, lingkungan, dan kemanusiaan terhadap warga lokal.

“Bali ini bukan tidur-makan saja, Bali ini bekerja. Jutaan rakyatnya bekerja!” ujarnya.

Baca Juga: Ayah Penyanyi Cilik Farel Prayoga Ditangkap Terkait Kasus Judi Online di Banyuwangi

Unggahan ini menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial.

“Semoga masyarakat suwung juga menolak TPA,” tulis akun @oka_kesumanata_md

“Bali sing kuangan pis untuk beli alat pengelolaan sampah modern, daripada dihibahkan sana sini yang blm tentu urgent. Ini sampah sudah kelewat urgent,” tulis akun @budi.balitours

“Masing-masing daerah harus punya TPA masing-masing, caoba masyarakat mau benar-benar memilah sampahnya… jepang perlu dicontoh untuk menangani permasalahan sampah,” tulis akun @lokerbali.id

Editor : Wiwin Meliana
#tpa #relokasi #temesi #tolak #Niluh Djelantik