Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Video Nyawer di Diskotik Viral, Kuwu Karangsari Klarifikasi; Saya Punya Banyak Usaha

Wiwin Meliana • Kamis, 12 Juni 2025 | 17:05 WIB

Kuwu Karangsari Klarifikasi soal video viral sawer pengunjung di diskotik
Kuwu Karangsari Klarifikasi soal video viral sawer pengunjung di diskotik

BALIEXPRESS.ID – Sebuah video pendek yang menampilkan Kuwu (Kepala Desa) Karangsari, Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, tengah melakukan aksi sawer uang di sebuah diskotik viral di media sosial dan memicu beragam reaksi dari publik.

Baca Juga: VIRAL! Kepala Desa Karangsari Sawer Pengunjung di Diskotik, Bantah Pakai Dana Desa

Dalam video berdurasi 16 detik tersebut, tampak sosok Kuwu Karangsari, Casmari, berdiri di atas panggung sambil memegang dompet.

 Ia terlihat mengambil sejumlah uang dan melemparkannya ke arah pengunjung diskotik yang sedang menikmati musik dalam suasana pesta yang meriah.

Acara tersebut diketahui menghadirkan salah satu Disc Jockey (DJ) ternama dari Jakarta dan berlangsung di salah satu diskotik di Kabupaten Cirebon.

Baca Juga: Coca Cola PHK Karyawan, Disperinaker Badung Jamin Perusahaan Penuhi Hak Karyawan

Menanggapi video yang menyebar luas dan menjadi bahan perbincangan, Casmari angkat bicara.

Kepada radarcirebon.com, Rabu 11 Juni 2025, ia membenarkan bahwa pria dalam video viral itu memang dirinya.

Namun, ia menegaskan bahwa aksi tersebut terjadi secara spontan, bukan sesuatu yang direncanakan atau disengaja.

"Secara tak sadar, dan kalau keadaan di diskotik kan puyeng lah (pusing), ya jadi seperti itu," ungkap Casmari.

Baca Juga: Kalah Telak dari Jepang, Indonesia Tetap Lolos ke Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026

Lebih lanjut, Casmari menepis anggapan bahwa uang yang ia sawerkan berasal dari dana desa.

Ia menyatakan bahwa seluruh uang yang dibagikan berasal dari kantong pribadinya, bukan dari anggaran pemerintah desa.

"Itu uang pribadi saya, bukan uang desa," tegasnya.

Pihaknya menegaskan bahwa memiliki banyak usaha sehingga menjamin bahwa uang yang digunakan untuk sawer adalah uang pribadi.

Bahkan Casmari mengaku bahwa masyarakat Karangsari sudah tahu bahwa dirinya suka nyawer dan ke diskotik.

Bahkan ia menyebut pernah menyawer hingga Rp 15 juta.

Baca Juga: Pemkot Denpasar Aktifkan Lagi Terminal Kreneng, Puluhan Pedagang Dipindah ke Lokasi Baru

“Masyarakat sudah tahu (suka ke diskotik) dari sebelum saya menjadi Kuwu. Bahkan saya pernah sawer 15 juta, kemarin kan baru sejuta dua juta,” pungkasnya.

Pernyataan ini ia sampaikan menyusul munculnya kekhawatiran dari masyarakat terkait penggunaan dana publik serta etika pejabat publik yang terlihat dalam tempat hiburan malam.

Meski telah memberikan klarifikasi, sejumlah pihak masih mempertanyakan apakah tindakan seorang kepala desa tampil di diskotik dan melakukan sawer dapat dibenarkan secara moral dan etis.

Editor : Wiwin Meliana
#diskotik #Sawer #dana desa #kepala desa