Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Dari Xiamen ke Desa-desa, Jejak Arlan Membangun Energi Bersih

Dian Suryantini • Kamis, 12 Juni 2025 | 19:59 WIB

Gede Arlan Indrayana
Gede Arlan Indrayana

 

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Di tengah tantangan krisis energi global dan ancaman perubahan iklim yang kian nyata, seorang anak muda asal Indonesia tampil menjadi motor perubahan. Namanya Gede Arlan Indrayana. Sosok yang kini dikenal sebagai pegiat panel surya ini tak hanya berbicara soal teknologi, tapi juga tentang harapan, masa depan, dan keberlanjutan desa-desa di Indonesia.

Berbekal semangat dan tekad kuat, Arlan—begitu ia akrab disapa—melangkah jauh hingga ke Tiongkok untuk menimba ilmu di Xiamen University. Di kampus ini, pemuda asal Kelurahan Banyuasri, Buleleng ini, tidak hanya belajar secara akademis, tetapi juga aktif dalam organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia Tiongkok (PPIT) Xiamen sebagai anggota bidang seni budaya. Kegiatan ini memperkuat identitas dan kecintaannya terhadap budaya Indonesia, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.

Namun di balik aktivitas kampus dan organisasi, Arlan menyimpan satu misi besar yakni membangun energi masa depan yang bersih dan berkelanjutan untuk desa-desa di tanah air. Ia sadar betul, ketergantungan pada bahan bakar fosil selama ini membawa dampak buruk yang nyata—mulai dari pencemaran lingkungan, beban ekonomi, hingga ketimpangan akses energi di wilayah pelosok.

Di sinilah peran panel surya muncul sebagai jawaban. Menurut Arlan, energi matahari adalah potensi besar yang belum tergarap maksimal, padahal Indonesia adalah negara tropis yang disinari matahari sepanjang tahun.

“Kita hidup di negeri matahari, tapi masih gelap karena ketergantungan pada energi fosil,” katanya.

Baca Juga: Taman Bermain di Lapangan Puputan Badung Dilengkapi Panel Surya, Berkapasitas 2.100 Watt

Untuk mewujudkan visinya, Arlan mendirikan Arland Academy, sebuah platform edukasi dan pelatihan yang mengenalkan teknologi panel surya secara praktis kepada masyarakat, terutama di pedesaan.

Melalui akademi ini, ia mengajarkan cara kerja panel surya, pemasangan dasar, hingga perhitungan kebutuhan energi rumah tangga. Semua dilakukan dengan pendekatan sederhana, tanpa istilah teknis yang membingungkan.

Tak berhenti di situ, Arlan juga menggagas Komunitas Jnana, sebuah gerakan sosial yang menghubungkan para pemuda peduli energi bersih di berbagai daerah. Komunitas ini menjadi ruang belajar bersama, berbagi pengalaman, dan menyusun strategi agar desa-desa bisa mandiri energi tanpa bergantung pada listrik PLN yang tak selalu hadir.

Langkah Arlan makin mantap ketika ia dipercaya menjadi CEO PT Nali New Energy Technology, sebuah perusahaan yang fokus pada pengembangan dan distribusi teknologi panel surya untuk skala rumahan dan komunitas.

Perusahaan ini sudah menjalankan proyek-proyek kecil di beberapa desa, mulai dari penerangan rumah warga hingga pembangkit listrik tenaga surya mini untuk fasilitas umum seperti balai desa dan sekolah.

Arlan percaya bahwa masa depan Indonesia tidak bisa dilepaskan dari desa. “Kalau ingin membangun negeri, bangun dulu desanya,” tegas pemuda 24 tahun ini.

Baginya, desa bukanlah wilayah tertinggal, melainkan pusat ketahanan masa depan. Dengan listrik yang stabil dan bersumber dari energi terbarukan, desa bisa tumbuh menjadi mandiri, kreatif, dan produktif.

Proyek-proyek panel surya yang ia jalankan bukan sekadar instalasi alat, melainkan bentuk nyata dari pendidikan dan pemberdayaan. Warga dilibatkan dalam proses pemasangan, pelatihan diberikan secara langsung, dan model bisnis komunitas dirancang agar bisa berkelanjutan tanpa ketergantungan pihak luar.

Lewat panel surya, ia tidak hanya menerangi rumah-rumah, tetapi juga membuka jalan menuju masa depan yang lebih hijau dan mandiri. Di antara kuliah, organisasi, bisnis, dan komunitas, ia membuktikan bahwa masa muda bisa jadi masa untuk membangun, bukan hanya bermimpi. Dan lewat matahari yang bersinar setiap hari, ia ingin setiap desa di Indonesia punya cahaya harapan yang tak pernah padam. ***

Editor : Dian Suryantini
#matahari #teknologi #tiongkok #xiamen university #panel surya #budaya #indonesia