Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Prof. Sugita Kritik Organisasi Drama Gong: Seni Tak Bisa Dipimpin Tanpa Pemahaman Seni

Komang Wira Muliartana • Jumat, 13 Juni 2025 | 18:57 WIB

Prof. Sugita angkat suara soal polemic Petruk di PKB
Prof. Sugita angkat suara soal polemic Petruk di PKB

BALIEXPRESS.ID-Dalam polemik seputar Petruk yang dikabarkan tak diikutsertakan dalam PKB, Prof. Dr. Drs. I Wayan Sugita menyoroti peran organisasi sebagai titik lemah dari konflik ini.

Baca Juga: Begini Tanggapan Prof. Sugita Soal Unsur Tak Senonoh dalam Lawakan

Dalam perbincangan eksklusif di podcast Jeg Bali, Prof. Sugita bahkan secara terbuka menyebut bahwa kesalahan bukan pada seniman, melainkan pada struktur organisasi.

“Kalau organisasi jalan, tapi informasinya tidak disampaikan ke pelaku, seperti Petruk, terus siapa yang salah? Apalagi ragane tampil sing mebayah. Keto dingeh orte,” ujarnya.

Baca Juga: Prof. Sugita Serukan Etika Berbahasa di Panggung Seni; Butuh Tatanan, Bukan Sekadar Hiburan

Ia menyebut karakter Petruk yang temperamental sebagai faktor yang bisa dijinakkan dengan pendekatan personal.

 “Ajakan ngomong baik-baik, Petruk pasti luung. Sing ade sing nak jelek. Apalagi dia panutan masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut, Prof. Sugita berbagi pengalaman pribadinya yang sempat mundur dari organisasi drama gong.

 “Tiang sempat mundur. Tiang orang akademis, sing dadi jak keto-ketoan. Awalnya bangga, tapi setelah masuk, asane ada ketidakcocokan,” ungkapnya.

Baca Juga: ASTUNGKARA! Bantuan Pengabenan untuk Komang Adi Terkumpul, Bocah Tenggelam di Tambak Udang

Ia menilai bahwa memimpin organisasi seni tidak bisa hanya bermodal jabatan.

“Nak mimpin seniman, apalagi banyak dan beda karakter, harus nawang ilmu seni. Kalau tidak, mudah tersinggung, gampang mundur. Itu kenyataannya,” tuturnya.

Penutup pernyataan Prof. Sugita menjadi refleksi keras bagi lembaga seni dan organisasi pelaku budaya.

Baca Juga: ASTUNGKARA! Bantuan Pengabenan untuk Komang Adi Terkumpul, Bocah Tenggelam di Tambak Udang

“Seni bukan sekadar tampil. Seni butuh pengertian, jiwa, dan tata nilai. Kalau itu tak ada, yang ada cuma konflik tanpa ujung,” tutupnya.

 

Editor : Wiwin Meliana
#Organisasi #petruk #Wayan Sugita #drama Gong #pkb