Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Pernyataan Kapolda Bali dan 4 Fakta Penganiayaan Berujung Maut di Kintamani: Bos Sabung Ayam Tewas, Pelaku Kritis

Tim Redaksi • Minggu, 15 Juni 2025 | 18:25 WIB

Tangkapan layar Ambulance membawa korban kericuhan di arena tajen di Kintamani. (Bali Express/Istimewa)
Tangkapan layar Ambulance membawa korban kericuhan di arena tajen di Kintamani. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID — Sebuah insiden penganiayaan sadis menggemparkan Desa Songan A, Kintamani, pada Sabtu, 14 Juni 2025 sore. Komang Alam Sutawan, seorang penyelenggara kegiatan sabung ayam, dilaporkan meninggal dunia setelah terlibat keributan sengit dengan I Wayan Luwes alias Jro Luwes alias Mangku Luwes di area tanah milik Nang Gede Lama, Br. Tabu.

Peristiwa tragis yang terjadi sekitar pukul 17.00 WITA ini masih diselidiki intensif oleh pihak kepolisian.

Kapolda Bali, Irjen Pol. Daniel Adityajaya, menyatakan telah memerintahkan jajarannya untuk segera mengecek kebenaran informasi dan melakukan langkah-langkah hukum yang diperlukan.

Baca Juga: Mobil Travel Terguling di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk: Begini Nasib 4 Penumpangnya

"Saya belum dapat laporan dari anggota. Saya sudah perintahkan anggota untuk mengecek kebenaran dan kemudian melakukan langkah-langkah hukum dan melakukan penyelidikan dan penyidikan," tegas Kapolda. 

1.  Keributan Diduga Berawal dari Salah Paham

Menurut Kasi Humas Polres Bangli, AKP Wayan Sarta, yang mewakili Kapolres Bangli AKBP I Gede Putra, SH., S.I.K., MH, keributan berdarah ini diduga kuat dipicu oleh salah paham antara kedua belah pihak.

Komang Alam Sutawan, yang dikenal sebagai penyelenggara sabung ayam di lokasi tersebut, harus meregang nyawa akibat penganiayaan tersebut.

Korban, Komang Alam Sutawan, sempat dilarikan ke RSU Bangli menggunakan ambulans untuk mendapatkan penanganan medis.

Baca Juga: Kronologi Utang Sabu Berujung Maut: Pria Ditemukan Tewas Ditombak di Sungai

Namun, nyawanya tak tertolong dan ia dinyatakan meninggal dunia.

2.  Kondisi Pelaku Dirujuk ke RS. Prof. Ngoerah Denpasar

Sementara itu, kondisi pelaku, I Wayan Luwes alias Jro Luwes, juga cukup serius. Ia langsung dibawa ke RS.

BMC Bangli dan kemudian dirujuk ke RS. Prof. Ngoerah Denpasar untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.

Belum diketahui secara pasti luka apa yang dialami pelaku hingga harus dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar.

3.  Polisi Dalami Motif, Situasi Desa Kondusif

Meskipun insiden ini mengguncang ketenangan desa, situasi di Desa Songan, Kintamani, saat ini dilaporkan kondusif.

Pihak kepolisian terus bekerja keras melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap motif sebenarnya dan kronologi lengkap dari kejadian tragis ini.

"Perkembangan kasus akan disampaikan lebih lanjut," ujar AKP Wayan Sarta.

Publik pun menanti hasil penyelidikan polisi untuk mengetahui titik terang di balik kematian Komang Alam Sutawan dan apa sebenarnya yang memicu pertikaian hingga berujung maut ini.

Apakah ada unsur lain di balik salah paham yang disebutkan? Kita tunggu saja informasi selanjutnya dari kepolisian.

4.  Jejak Kelam Mangku Luwes: Pembunuh Sadis di Kasus 2016

Nama I Wayan Luwes alias Mangku Luwes bukan sosok asing di mata hukum. Ia adalah terpidana kasus penebasan maut di jalan menuju Pura Kayu Selem, Desa Songan, Kintamani, Bangli, pada tahun 2016.

Baca Juga: Duel Berdarah di Arena Sabung Ayam Bangli, 1 Tewas:Menguak Jejak Kelam Mangku Luwes, 2016 Divonis 17 Tahun Penjara

Atas perbuatannya, ia divonis 17 tahun penjara. Kasus sebelumnya sempat menghebohkan publik dengan kronologi yang sangat brutal.

Dalam pra-rekonstruksi kasus 2016, terungkap bahwa insiden berawal dari Komang Kresna Wijaya yang terjatuh dari motor karena pengaruh narkoba, dan ditertawakan oleh korban I Gede Pasek.

Merasa tersinggung, Kresna mengadu pada Mangku Luwes. Luwes, yang naik pitam, langsung mengajak adik dan anaknya menuju lokasi. Kresna bahkan sempat mengambil kapak.

Setibanya di lokasi, Kresna menunjukkan Gede Pasek pada Luwes. Dengan senjata tajam di tangan, Luwes (dengan pentungan kayu dan pedang) dan Kresna (dengan kapak) menyerang korban.

Meski Luwes sempat mengelak, keterangan saksi menunjukkan ia justru lebih proaktif dalam memulai penganiayaan.

Dalam adegan rekonstruksi yang mengerikan, Luwes memukul Gede Pasek dengan pentungan hingga korban terjatuh, sebelum Kresna menghujamkan kapaknya berkali-kali ke kepala korban hingga terkapar bersimbah darah. ***

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #Kintamani #bangli #sabung ayam