Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Rumah Warga di Tabanan Nyaris Roboh Dikoyak Akar Pohon, Keluhan 6 Tahun Tak Ditanggapi!

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 17 Juni 2025 | 13:23 WIB

Made Surya Wirawan,42, warga di Jalan Kaswari, Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, menunjukan tembok pagar rumahnya ayang hampir roboh karena akar pohon perindang.
Made Surya Wirawan,42, warga di Jalan Kaswari, Banjar Jambe Baleran, Desa Dajan Peken, Kecamatan/Kabupaten Tabanan, menunjukan tembok pagar rumahnya ayang hampir roboh karena akar pohon perindang.

BALIEXPRESS.ID – Bayangkan rumah impian Anda perlahan hancur, bukan karena bencana alam, melainkan oleh "invasi" akar pohon raksasa. Inilah mimpi buruk yang dialami Made Surya Wirawan (42), warga Jalan Kaswari, Banjar Jambe Baleran, Kabupaten Tabanan, Bali.

Sejak 2019, ia tak henti-hentinya mengeluhkan kerusakan parah pada pekarangan, pagar, hingga tempat usaha akibat akar pohon perindang di pinggir jalan yang tak terkendali.

Ironisnya, keluhan yang sudah ia sampaikan ke Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Tabanan sejak enam tahun lalu hingga kini belum menemukan solusi konkret.

Baca Juga: Perbekel Baturiti Dipolisikan Gerindra se-Bali, Bupati Tabanan Pilih Irit Bicara

Kerusakan Mengerikan dan Kegelisahan Warga

Surya Wirawan mengungkapkan bahwa akar pohon tersebut tak hanya menghancurkan trotoar, tetapi juga nyaris merobohkan tembok pagar rumahnya, merusak areal pekarangan, bahkan hingga ke area pemerajan (tempat ibadah keluarga).

"Sudah dari 2019 saya laporkan. Akar pohon ini merusak tembok pekarangan rumah, sanggah, bahkan warung tempat saya berjualan minuman," keluhnya dengan nada putus asa.

Puncaknya, pada 15 Juni 2025, Surya Wirawan mengunggah video kerusakan di media sosialnya yang viral di Tabanan.

Respons dari DLH? Hanya pemangkasan ranting pohon saja, tanpa menyentuh akar yang menjadi sumber masalah.

Baca Juga: Catat! Ini Posisi Saat Makan yang Dilarang dalam Lontar Tutur Lebur Gangsa

"Pemangkasan sudah dilakukan, tapi hanya ranting saja, tanpa menyentuh bagian akar yang terus menjalar ke pekarangan rumah. Padahal akarnya terus tumbuh dan semakin merusak," tambahnya.

Kekhawatiran Surya semakin menjadi karena ia berencana merenovasi pagar dan pintu gerbang rumahnya yang rusak parah.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Tabanan segera mengambil langkah serius, termasuk menebang tuntas pohon dan membersihkan akarnya secara menyeluruh.

"Harapan saya, pohon ini ditebang dan akarnya dibersihkan sampai tuntas. Jangan sampai merusak lebih parah, karena warga lain di sepanjang Jalan Kaswari juga mengalami hal serupa," tegasnya.

Akankah Ada Solusi dari Pemerintah?

Lambatnya respons dari DLH Tabanan memunculkan pertanyaan besar: Mengapa keluhan warga dibiarkan berlarut-larut hingga enam tahun lamanya?

Hingga berita ini diterbitkan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Tabanan, I Gusti Putu Ekayana, belum memberikan tanggapan terkait masalah serius ini.

Apakah kisah pilu Made Surya Wirawan akan menjadi perhatian serius Pemkab Tabanan?

Atau akankah akar pohon ini terus menggerogoti rumah dan harapan warga lainnya? Ikuti terus perkembangan beritanya! ***

Baca Juga: Bupati Kembang Hartawan Buka KEJORA CUP IV 2025, Ajang Pembinaan Bibit Atlet Muda

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Editor : I Putu Suyatra
#bali #merajan #kabupaten tabanan #perindang #akar pohon