Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Perkelahian Berdarah di Tejakula, Nyoman Sukasna Tewas Ditikam Pisau Dapur Usai Main Domino dan Minum Arak

Dian Suryantini • Kamis, 19 Juni 2025 | 03:10 WIB
Pelaku saat dibekuk polisi.
Pelaku saat dibekuk polisi.

BALIEXPRESS.ID — Suasana sunyi di Banjar Dinas Kelodan, Desa Madenan, Kecamatan Tejakula, mendadak gempar di dini hari, Rabu (18/6/2025).

Seorang pria, Nyoman Sukasna alias Nyoman Kana, 48, ditemukan tewas bersimbah usai terlibat perkelahian maut. Pelaku, yang tak lain adalah rekan minumnya sendiri, GS alias Gede Boy, 49.

Peristiwa tragis ini bermula sejak Selasa (17/6/2025) sore, saat korban yang datang dalam keadaan mabuk mendatangi rumah GS alias Gede Boy di Banjar Dinas Kelodan. Mereka kemudian bermain domino dengan kesepakatan tak biasa. Yang kalah harus menenggak arak. Permainan berlangsung makin seru, dan tidak lama berselang lama, datanglah paman pelaku, I Goyang, serta ayah pelaku, Nyoman Darmada. Keempatnya sempat bermain bersama, meski hanya korban Sukasna dan GS yang terus menenggak minuman keras.

Menjelang malam, sekitar pukul 17.30 WITA, dua orang tua itu pulang, menyisakan GS dan korban yang melanjutkan permainan domino disertai arak. Ketika waktu menunjukkan pukul 21.00 WITA, situasi mulai memanas. Korban Sukasna yang terus menerus kalah dalam permainan mulai emosi dan tidak terima. Ia disebut menuju dapur dan mengambil pisau berukuran sekitar 20 cm, lalu langsung menikam GS. Tikaman itu mengenai tangan kiri GS.

Perkelahian tak terhindarkan. Keduanya saling dorong dan berebut senjata tajam. Korban sempat membenturkan kepala pelaku GS ke tembok hingga menyebabkan luka robek. Dalam situasi penuh adu fisik itu, pelaku GS berhasil merebut pisau dari tangan korban. Dengan pisau itu GS secara membabi buta menikam dada korban hingga terkapar bersimbah darah.

“Setelah itu pelaku justru masuk ke kamar dan tidur,” kata Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, Rabu (18/6).

Tak lama berselang, sekitar pukul 01.00 dini hari, pelaku terbangun. Ia mengecek kondisi korban Sukasna. Ia sempat membangunkan Sukasna dengan kakinya. Namun ia mendapati korban sudah tak bergerak. Panik, ia kemudian membuang pisau ke kebun kakao di samping rumah dan segera melapor ke Kelian Adat Desa Adat Madenan, Komang Murdiartono. Bersama saksi lain, Made Suparna, informasi diteruskan ke Bhabinkamtibmas Desa Madenan.

Saat dicek di tempat kejadian perkara (TKP), korban ditemukan sudah tidak bernyawa. Luka tikaman di dada membuat nyawa korban tak tertolong.
“Barang bukti berupa sebilah pisau pengutik sepanjang 20 cm telah kami amankan, dan pelaku kini berada dalam pengawasan kami,” ujarnya. (*) 

Editor : I Dewa Gede Rastana
#penusukan #perkelahian #berdarah #arak #buleleng