Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiru Banyuwangi, Pabrik Penyosohan Padi di Tabanan Dibangun 2026, Pemkab Siapkan Dua Opsi Lokasi

IGA Kusuma Yoni • Kamis, 19 Juni 2025 | 14:02 WIB
APEL: Bupati Sanjaya memimpin apel disiplin pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, pada Senin (25/11).
APEL: Bupati Sanjaya memimpin apel disiplin pegawai di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tabanan, pada Senin (25/11).

BALIEXPRESS.ID – Rencana Pembangunan Rice Milling Unit (RMU) atau pabrik penyosohan padi sebagai langkah strategis menuju industrialisasi pertanian yang akan dilakukan di Kabupaten tabanan, terus berlanjut. 

Terbaru, proses pembangunan ini, menurut Bupati Tabanan I Komang Gede Sanjaya sedang dalam tahap pematangan rencana pembangunan.

Rencananya, proyek ini akan mulai dikerjakan pada 2026.  “Proyek ini sudah kami usulkan sejak lama, proses dalam pembahasan. Pak Gubernur (Wayan Koster) sudah berkomitmen, tahun 2026 akan mulai terealisasi. Kami sedang cek-cek lahan,” jelasnya Rabu (18/6/2025).

Lebih lanjut disebutkan Bupati Sanjaya, pembangunan RMU membutuhkan lahan minimal 2 hingga 5 hektare.

Untuk itu, Pemkab Tabanan telah menyiapkan dua opsi lokasi, salah satunya yakni di aset di Desa Timpag, Kecamatan Kerambitan, sedangkan lokasi alternatif lainnya masih dalam proses penjajakan.

Menurutnya, pabrik penyosohan ini harus dibangun di lokasi yang strategis, sehingga mobilitas dari pabrik ini bisa berjalan dengan baik dan tidak menganggu aktivitas masyarakat.

“Pembangunan RMU merupakan bagian dari visi jangka panjang Pemkab Tabanan dalam membangun sektor pertanian yang berkelanjutan dan berdaya saing. Kami harapkan RMU ini tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat Bali, tetapi juga kawasan Indonesia bagian timur,” tambah bupati Tabanan dua periode ini. 

Konsep RMU yang akan dibangun ini mengadopsi sistem modern seperti yang telah diterapkan di Banyuwangi, Jawa Timur.

Sebelumnya, Sekretaris Daerah (Sekda) Tabanan bersama tim ahli telah melakukan studi banding ke daerah tersebut untuk memastikan desain dan sistem pengelolaan yang tepat.

Selain pabrik penyosohan padi, Pemkab Tabanan juga merencanakan pembangunan pabrik pengolahan pakan ternak.

Kedua proyek ini diharapkan dapat memperkuat posisi Tabanan sebagai lumbung pangan Bali.

“Pembangunan pabrik ini sebagai langkah menuju industrialisasi pertanian. Supaya relevansinya panjang dan memberi dampak luas,” tambahnya. (*)

Editor : I Made Mertawan
#bali #penyosohan gabah #tabanan