Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Amor Ing Acintya! Niat Wawancara Kerja, Kadek Yogi Meninggal Usai Kecelakaan Tragis di Sunset Road

Komang Wira Muliartana • Jumat, 20 Juni 2025 | 16:32 WIB

I Putu Yogi Artawan Meninggal Setelah Kecelakaan di Sunset Road
I Putu Yogi Artawan Meninggal Setelah Kecelakaan di Sunset Road

BALIEXPRESS.ID-Duka mendalam menyelimuti keluarga I Putu Yogi Artawan (20), pemuda asal Desa Tauka, Karangasem, yang menjadi korban kecelakaan tragis di Jalan Sunset Road, Kuta, Badung, pada Minggu, 15 Juni 2025.

 Peristiwa nahas ini terjadi hanya sehari sebelum Yogi dijadwalkan mengikuti wawancara kerja pertamanya, yang menjadi langkah awalnya dalam merintis masa depan di kota.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Tegas Tolak Titipan di SPMB 2025, Warganet Desak Evaluasi Jalur Domisili dan Tes Prestasi

Yogi adalah anak sulung dari pasangan I Wayan Jelantik dan Ni Putu Manis.

Baru saja lulus dari bangku SMA, Yogi memutuskan untuk merantau ke Denpasar demi membantu perekonomian keluarganya.

Namun takdir berkata lain.

Kecelakaan lalu lintas yang dialaminya menyebabkan luka berat dan memaksanya menjalani operasi darurat di RSUP Prof. Ngoerah (Sanglah), Denpasar.

Sempat mengalami koma selama dua jam di ruang ICU, Yogi akhirnya menghembuskan napas terakhir akibat luka parah yang dideritanya.

Baca Juga: TEGAS! SPMB di Jabar, Dedi Mulyadi Jamin Tak Ada Siswa Titipan

Kepergian Yogi menjadi pukulan berat bagi keluarga, teman, dan masyarakat sekitar yang mengenalnya sebagai pribadi tekun dan penuh semangat.

Kabar tragis ini menyentuh hati banyak orang. Melalui media sosial @nasilawarnangetonk, penggalangan dana dilakukan untuk membantu keluarga Yogi yang harus menanggung biaya pengobatan dan upacara pengabenan. Dalam waktu singkat, total donasi yang berhasil dikumpulkan mencapai Rp32.250.000.

Bantuan ini secara langsung diserahkan kepada pihak keluarga almarhum di Karangasem, sebagai bentuk empati dan gotong royong dalam menghadapi masa sulit. Dana tersebut digunakan untuk membiayai upacara pengabenan, yang merupakan bagian sakral dalam tradisi masyarakat Bali.

“Kami sangat berterima kasih atas kepedulian dan kebaikan hati para donatur. Bantuan ini sangat berarti bagi keluarga kami dalam melepas kepergian Yogi secara layak sesuai adat dan budaya,” ungkap salah satu anggota keluarga dengan mata berkaca-kaca.

Ucapan terima kasih juga disampaikan oleh panitia penggalangan dana melalui unggahan media sosial.

Baca Juga: Dedi Mulyadi Ajak Didit Prabowo Lihat Sawah Lembur Pakuan, Tuai Pujian Netizen

“Terimakasih untuk nangetonk dan semeton yang telah membantu meringankan beban keluarga adik Putu Yogi. Semoga seluruh donatur selalu dilancarkan rejekinya.”

Tragedi ini menjadi viral di media sosial, diiringi gelombang simpati dari masyarakat luas. Kolom komentar dipenuhi ungkapan belasungkawa dan doa untuk almarhum Yogi.

“Terimakasih orang baik,” tulis akun @swaha_bali_tourtravel.

“Semoga rejekinya selalu dilancarkan orang baik,” komentar akun @sud.kadek.

“Amor ing acintya untuk Yoga,” ucap akun @surasmiasih.

Kecelakaan yang merenggut nyawa Yogi kembali menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya keselamatan berkendara, terlebih di kawasan padat seperti Sunset Road yang dikenal rawan insiden lalu lintas. Diharapkan pihak berwenang dan masyarakat bisa lebih waspada dan mengambil langkah preventif agar kejadian serupa tidak terulang.

 

Editor : Wiwin Meliana
#wawancara kerja #sunset road #kecelakaan #meninggal