Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Khawatir Jebakan, Investor Asal India Laporkan Paket Kiriman Mencurigakan ke Polda Bali

I Gede Paramasutha • Senin, 23 Juni 2025 | 00:22 WIB
Anggota Ditresnarkoba Polda Bali mengecek benda mencurigakan mirip sebatang rokok. (Bali Express/Istimewa)
Anggota Ditresnarkoba Polda Bali mengecek benda mencurigakan mirip sebatang rokok. (Bali Express/Istimewa)

BALIEXPRESS.ID – Seorang investor asal India, J.K. Reddy, melaporkan sebuah kiriman mencurigakan ke Polda Bali pada Jumat malam (20/6). Pasalnya, ia menerima paket berisi dokumen perusahaan yang ternyata diselipkan satu batang rokok di dalamnya. 

Reddy khawatir ada niat tersembunyi di balik pengiriman paket mencurigakan yang dapat mengancam keamanan dan keselamatannya di Bali. Pengacara Reddy, Benyamin Seran, SH, mengungkapkan bahwa kliennya merasa was-was dengan kiriman yang tidak biasa tersebut. 

Ia menilai isi paket bisa saja menjadi modus jebakan, terlebih mengingat pernah terjadi kasus serupa di Buleleng, di mana seseorang dijebak dengan narkoba dalam kemasan paket.

“Ini hanya satu batang rokok, dan itu yang justru membuat klien saya merasa curiga. Kalau satu bungkus yang belum terbuka bungkusnya mungkin masih wajar, tapi ini seolah-olah disengaja,” ujar Benyamin, Minggu (22/6).

Paket itu tiba di kantor Reddy yang berlokasi di Pertokoan Duta Wijaya, Jalan Raya Puputan Nomor 8, Renon, Denpasar, pada Jumat (20/6) sekitar pukul 14.00 WITA.

Paket diterima oleh manajer operasional Tony Balan dan petugas keamanan. Saat dibuka, mereka menemukan dokumen pendirian perusahaan disertai sebatang rokok terselip di dalamnya.

Merasa ada yang tidak beres, mereka memilih tidak menyerahkan isi paket kepada Reddy dan segera menginformasikan temuan tersebut. Akhirnya, pihaknya memutuskan membuat laporan resmi ke polisi.

“Polisi sudah memeriksa rokok itu dan tidak ditemukan kandungan narkotika. Tapi, kami tetap menunggu hasil pemeriksaan lanjutan dari Laboratorium Forensik untuk memastikan semuanya,” terang Benyamin.

Kecurigaan pihaknya bukan tanpa alasan. Nama pengirim paket, Kumar Abhishek, diketahui sedang memiliki masalah dengan kliennya.

Benyamin menjelaskan bahwa pada 27 Juni 2025 mendatang, akan dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) dengan agenda pembubaran perusahaan. 

Selain itu, dalam tiga bulan terakhir, Kumar Abhishek diketahui sering mengirim pesan via email dan WhatsApp yang membuat Reddy merasa tidak nyaman.

"Ia mau menjual sahamnya kepada perusahaan lain. Sementara di perusahaan saat ini dia (Kumar,red) tidak setor uang," terangnya.

Sementara itu, menanggapi hal ini, Kumar Abhishek membenarkan bahwa ia memang mengirim dokumen tersebut.

Tapi, dirinya membantah bahwa isi paket itu adalah rokok atau barang berbahaya lainnya seperti racun atau narkoba, apalagi dengan niat mencelakai J.K. Reddy.

Menurutnya, benda itu berasal dari "orang pintar" dari Jawa yang ia temui sekitar enam bulan lalu, untuk mendoakan keluarganya dan usaha mereka berdua (J.K. Reddy).

"Nah, itu isinya adalah bunga, kemenyan dan apalagi saya lupa, disuruh taruh di dalam brankas," jelasnya. 

Karena tidak memiliki brankas, ia menyimpan benda-benda dari orang pintar tersebut di dalam dokumen. Hanya saja, saat mengirim dokumen itu dirinya tidak memperhatikan. Sehingga, tanpa sadar tertinggal di berkas.

Ia juga meminta Reddy untuk tidak takut karena ia tidak berniat mencelakai rekannya itu.

"Buat apa saya mencelakai dia, karena dia punya keluarga istri anak dan saya juga punya keluarga istri anak. Kami berteman kok, meski sekarang saya sudah keluar dari perusahaan itu," pungkasnya. (*)

Editor : I Gede Paramasutha
#india #bali #paket #polda #investor #Mencurigakan