BALIEXPRESS.ID— Suasana duka menyelimuti keluarga besar I Nyoman Budiasa, warga sekaligus anggota Linmas Desa Kubutambahan, setelah ia menjadi korban dalam insiden tragis yang terjadi di simpang tiga Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng, pada Minggu malam (29/6/2025).
Budiasa tewas seketika di lokasi setelah sepeda motornya dihantam truk molen bermuatan berat yang mengalami rem blong.
Peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 18.45 Wita di Jalan Raya Singaraja–Kintamani, tepatnya di tikungan tajam Banjar Dinas Pasek.
Truk molen dengan nomor polisi DK 8544 XX milik perusahaan Aruna Jaya, yang datang dari arah selatan (Kintamani), melaju tanpa kendali menurun tajam sebelum akhirnya menabrak Budiasa yang sedang mengendarai motor.
Baca Juga: Alasam Pisang Wajib ada dalam Banten, Diyakini Melambangkan Urip, Simbol Kerendahan Hati
Tak hanya menewaskan Budiasa, truk juga menghantam patung Ganesha milik Desa Adat Kubutambahan hingga hancur berantakan.
“I Nyoman Budiasa mengalami luka berat dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian,” ujar Kasi Humas Polres Buleleng, Iptu Yohana Rosalinda Diaz. “Korban adalah anggota Linmas yang dikenal aktif menjaga ketertiban di lingkungan desa.”
Sementara itu, sopir truk dan kernet mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat untuk mendapat penanganan.
Polisi menyebut truk kehilangan kendali akibat rem blong sejauh sekitar 200 meter sebelum titik tabrakan. Dugaan awal menyatakan bahwa sang sopir sengaja menabrakkan kendaraan ke tugu untuk menghentikan lajunya.
Baca Juga: Prabowo Subianto Dorong Swasembada Energi Nasional hingga Menjangkau Desa dan Pulau Terpencil
Kerusakan parah terjadi di lokasi kejadian. Sepeda motor korban ringsek tak berbentuk, dan patung Ganesha yang merupakan simbol spiritual dan budaya warga setempat hancur rata dengan tanah.
"Kami turut berduka cita sedalam-dalamnya atas meninggalnya Pak Nyoman Budiasa. Beliau adalah sosok yang sangat berdedikasi dan berjasa bagi keamanan desa," ungkap salah satu warga yang tak kuasa menahan tangis.
Unit Lantas Polsek Kubutambahan segera tiba di lokasi untuk melakukan olah TKP, mengamankan area, dan mengatur lalu lintas yang sempat macet panjang.
Sementara itu, di media sosial dibanjiri ungkapan duka atas kematian tragis korban.
Salah satunya diunggah oleh keponakan korban melalui akun @Alit ChaChink.
“Dumogi nyujuh sunia loka Bape Nyoman. Tragedy rem blong truk molen-Kubutambahan telah merenggut nyawa paman tiang. Buat adikku Artama Budi Gede tetep tabah dan iklas,” tulis akun tersebut.
Unggahan tersebut pun dibanjiri ratusan komentar warganet yang mendoakan agar korban tenang di sisiNya.
Editor : Wiwin Meliana