BALIEXPRESS.ID - Gubernur Bali Wayan Koster mengungkapkan bahwa rencana menjadikan Bali mandiri energi telah masuk dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN dan telah mendapat persetujuan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia.
Hal ini disampaikan Koster dalam rapat paripurna DPRD Bali pada Senin (30/6), saat menanggapi pandangan umum fraksi-fraksi.
Menurut Koster, pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) akan dimulai pada tahun 2026 di wilayah Pesanggaran, Denpasar.
Kemudian dilanjutkan pada 2027 di wilayah Gianyar, yang berbatasan langsung dengan Denpasar, dengan kapasitas 450 megawatt (mw).
Sementara itu, dua unit pembangkit berkapasitas masing-masing 450 mw juga akan dibangun di Celukan Bawang.
Secara total, proyek ini ditargetkan akan menambah pasokan listrik Bali sebesar 1.550 mw.
Baca Juga: DPRD Bali Gelar Rapat Paripurna, Gubernur Bali Jawab Pandangan Umum Fraksi
"Itu pakai gas, tidak boleh lagi pakai batubara," tegas Koster.
Selain proyek PLTG, Koster menyebutkan bahwa PLN juga akan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap dengan kapasitas hingga 500 mw di Bali.
Ia mendorong seluruh instansi swasta, hotel, restoran, dan kantor pemerintahan untuk turut memasang PLTS atap guna memperkuat ketahanan energi daerah.
Baca Juga: Kemah Bakti IX PMR PMI Gianyar Resmi Dibuka, Lahirkan Relawan Tangguh dan Peduli
"Astungkara Bapak Menteri ESDM sudah menyetujui rencana tadi. Sekarang sudah progres, itu sudah ada dalam rencana umum RUPTL PLN, sehingga ke depan tidak ada lagi masalah," kata Koster optimistis.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa penambahan pasokan listrik menjadi kebutuhan mendesak.
Terlebih lagi, saat ini Bali masih mengandalkan pasokan listrik sebesar 350 mw dari Paiton melalui kabel bawah laut.
Baca Juga: Tragedi Mencekam: Seorang Nenek Meninggal Dunia Usai Saksikan Cucu Dianiaya Geng Motor!
Ketergantungan ini, menurutnya, sangat berisiko.
"Sempat ada permintaan menambah lagi 500 mw dari Paiton. Saya tidak setuju. Kalau itu disetujui, Bali bergantung dari luar dan itu ancaman ke depan buat Bali," tegasnya.
Koster menekankan bahwa pengembangan pembangkit dari energi gas dan surya akan membawa Bali menuju kemandirian energi.
Baca Juga: Pariwisata Berkembang, Pemkab Badung Perbaiki Jalan Pantai Seseh
Bahkan, jika memungkinkan, sumber energi dari air dan gelombang laut juga bisa dikembangkan.
"Sebaik-baiknya bisa dijalankan lima tahun ke depan secara bersama-sama," tandasnya.(***)
Editor : Rika Riyanti