Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

BBM untuk Genset, Bukan Disalahgunakan: Puskesmas Denpasar Barat Klarifikasi Alasan Beli Pertamax Pakai Jirigen

Wiwin Meliana • Rabu, 2 Juli 2025 | 16:15 WIB

Pihak Puskesmas Denpasar Barat Angkat Bicara
Pihak Puskesmas Denpasar Barat Angkat Bicara

BALIEXPRESS.ID– Menanggapi video viral yang menunjukkan mobil dinas membeli BBM menggunakan jirigen di SPBU Jalan Nangka Utara, Kepala UPTD Puskesmas 1 Denpasar Barat akhirnya angkat bicara.

Dalam klarifikasinya yang diunggah melalui akun resmi @puskesmas1denbar, pihak puskesmas menjelaskan bahwa pembelian BBM tersebut dilakukan untuk keperluan operasional, khususnya sebagai bahan bakar genset cadangan di fasilitas kesehatan tersebut.

Baca Juga: Kecelakaan di Jalan Sunset Road Badung, Satu Korban Dilarikan ke RS Siloam

"Memang benar pada hari Sabtu, 28 Juni 2025, kami membeli BBM Pertamax senilai Rp 100 ribu menggunakan jirigen dengan kendaraan dinas berplat 1573 A. BBM itu digunakan untuk mengisi genset Puskesmas yang kapasitasnya 25 liter," ujar Kepala UPTD Puskesmas 1 Denpasar Barat, Rabu (2/7/2025).

Pihaknya menjelaskan bahwa penggunaan Pertamax—bukan BBM bersubsidi—merupakan rekomendasi dari pihak teknisi sesuai standar operasional mesin genset.

Hal ini penting, mengingat mesin tersebut berfungsi sebagai sumber listrik cadangan untuk menunjang layanan kesehatan, terutama saat terjadi pemadaman listrik yang akhir-akhir ini cukup sering terjadi di wilayah Bali.

Baca Juga: Kecelakaan Lalu Lintas di Jalan Raya Ahmad Yani Kediri Tabanan, Pengendara Motor Terkapar

Lebih lanjut dijelaskan, alasan menggunakan jirigen adalah karena kondisi mesin genset tidak memungkinkan untuk diisi BBM langsung dari SPBU.

Sebelum pembelian dilakukan, petugas puskesmas bahkan telah memberikan penjelasan kepada operator SPBU mengenai tujuan penggunaan BBM tersebut.

"Pembelian dilakukan secara terbuka, bukan untuk kepentingan pribadi, dan semata-mata demi kelangsungan pelayanan kesehatan masyarakat," tegasnya.

Pihak Puskesmas juga menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang timbul akibat video tersebut.

“Kami memohon maaf atas kegaduhan yang terjadi. Ke depan, kami akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik dan transparan kepada masyarakat,” tambahnya.

Baca Juga: Usai Geruduk Rumah Ibadah, Warga Tangkil Sepakat Damai, Minta Tak Dibawa ke Proses Hukum

Video klarifikasi tersebut mendapat berbagai reaksi dari warganet. Banyak yang menilai bahwa klarifikasi itu sebenarnya tidak perlu, karena BBM yang dibeli adalah non-subsidi.

“Klarifikasi kurang penting. Pertamax non-subsidi mau orang beli pakai apa pun ya terserah, kalau Pertalite baru silakan dipertanyakan,” tulis akun @mddwip di kolom komentar.

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya komunikasi publik yang transparan, namun juga membuka ruang diskusi tentang pemahaman masyarakat terhadap prosedur operasional di lembaga pelayanan publik.

Editor : Wiwin Meliana
#bbm #denpasar barat #pertamax #puskesmas #jirigen