Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tangis Haru Pecah di Ketapang: Anak Kades Bangsring Ditemukan Selamat dalam Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

Wiwin Meliana • Kamis, 3 Juli 2025 | 18:20 WIB

Anak Kades Bangsring Ditemukan Selamat dalam Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya
Anak Kades Bangsring Ditemukan Selamat dalam Tragedi KMP Tunu Pratama Jaya

BALIEXPRESS.ID– Tangis haru menyelimuti Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Kamis pagi (3/7/2025).

 Rasa cemas dan duka yang menyelimuti keluarga korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya perlahan berubah menjadi kelegaan setelah salah satu kru kapal, Riko Krafsanjani, ditemukan dalam kondisi selamat.

Baca Juga: PMI di Korsel Meninggal Akibat Kecelakaan Kerja, Pemerintah Bawa Pulang Jenazah dan Beri Santunan Jamsostek

Riko yang merupakan putra dari Kepala Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Sutoyo SH, dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali sekitar pukul 07.00 WIB.

Kabar keselamatan Riko langsung dikonfirmasi melalui video call kepada keluarganya yang sejak malam berjaga dengan penuh harap di Pelabuhan Ketapang.

“Alhamdulillah, Riko selamat. Tadi sempat video call. Kami semua lega,” ujar salah satu kerabat yang tak kuasa menahan air mata.

Baca Juga: KMP Tunu Pratama Jaya Tenggelam di Selat Bali, Alami Kebocoran Hingga Blackout, Angkut 53 Penumpang dan 22 Kendaraan

Riko diketahui merupakan salah satu dari kru kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Kamis dini hari. Ia menjadi korban selamat kedelapan yang berhasil dievakuasi dari perairan.

Sebelumnya, tujuh orang lainnya yang selamat telah teridentifikasi, yakni Sandi (Kepala Kamar Mesin), Romi Alfa Hidayat, Saroji, Masruri, Wajihi, Anshor, dan Sinyo.

Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, yang ditemui di posko darurat Pelabuhan Ketapang menyampaikan bahwa pencarian masih terus dilakukan terhadap puluhan korban lain yang belum ditemukan.

“Kami mohon doanya dari masyarakat. Tim SAR masih bekerja keras di lapangan,” ujarnya.

Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Informasi soal Pulau di Bali Dikuasai Asing

Hingga saat ini, total 58 orang masih dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya kapal yang berlayar dari Ketapang menuju Gilimanuk tersebut.

Tragedi ini diduga dipicu oleh kebocoran di ruang mesin yang menyebabkan kapal mengalami blackout total, lalu terbalik dan hanyut ke arah selatan.

Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan nelayan lokal, masih melakukan penyisiran intensif di perairan Selat Bali. Fokus utama mereka adalah menemukan seluruh korban, baik penumpang maupun kru kapal, sesegera mungkin.

Baca Juga: Gubernur Koster Usulkan Bali Dapat Insentif Khusus dalam RUU Kepariwisataan

“Kami sudah tambah kapal untuk penyisiran laut. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin,” tegas Kapolresta Rama.

Situasi di Pelabuhan Ketapang masih penuh ketegangan dan harapan. Setiap kabar dari Gilimanuk disambut dengan doa dan air mata oleh keluarga korban yang berharap keajaiban terus berdatangan.

 

Editor : Wiwin Meliana
#selat bali #KMP Tunu Pratama Jaya #selamat #bangsring