BALIEXPRESS.ID– Tangis haru menyelimuti Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, pada Kamis pagi (3/7/2025).
Rasa cemas dan duka yang menyelimuti keluarga korban tragedi tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya perlahan berubah menjadi kelegaan setelah salah satu kru kapal, Riko Krafsanjani, ditemukan dalam kondisi selamat.
Riko yang merupakan putra dari Kepala Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Sutoyo SH, dievakuasi ke Pelabuhan Gilimanuk, Bali sekitar pukul 07.00 WIB.
Kabar keselamatan Riko langsung dikonfirmasi melalui video call kepada keluarganya yang sejak malam berjaga dengan penuh harap di Pelabuhan Ketapang.
“Alhamdulillah, Riko selamat. Tadi sempat video call. Kami semua lega,” ujar salah satu kerabat yang tak kuasa menahan air mata.
Riko diketahui merupakan salah satu dari kru kapal KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali pada Kamis dini hari. Ia menjadi korban selamat kedelapan yang berhasil dievakuasi dari perairan.
Sebelumnya, tujuh orang lainnya yang selamat telah teridentifikasi, yakni Sandi (Kepala Kamar Mesin), Romi Alfa Hidayat, Saroji, Masruri, Wajihi, Anshor, dan Sinyo.
Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Rama Samtama Putra, yang ditemui di posko darurat Pelabuhan Ketapang menyampaikan bahwa pencarian masih terus dilakukan terhadap puluhan korban lain yang belum ditemukan.
“Kami mohon doanya dari masyarakat. Tim SAR masih bekerja keras di lapangan,” ujarnya.
Baca Juga: DPR Minta Pemerintah Kaji Ulang Informasi soal Pulau di Bali Dikuasai Asing
Hingga saat ini, total 58 orang masih dinyatakan hilang dalam insiden tenggelamnya kapal yang berlayar dari Ketapang menuju Gilimanuk tersebut.
Tragedi ini diduga dipicu oleh kebocoran di ruang mesin yang menyebabkan kapal mengalami blackout total, lalu terbalik dan hanyut ke arah selatan.
Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, relawan, dan nelayan lokal, masih melakukan penyisiran intensif di perairan Selat Bali. Fokus utama mereka adalah menemukan seluruh korban, baik penumpang maupun kru kapal, sesegera mungkin.
Baca Juga: Gubernur Koster Usulkan Bali Dapat Insentif Khusus dalam RUU Kepariwisataan
“Kami sudah tambah kapal untuk penyisiran laut. Fokus kami adalah menemukan korban secepat mungkin,” tegas Kapolresta Rama.
Situasi di Pelabuhan Ketapang masih penuh ketegangan dan harapan. Setiap kabar dari Gilimanuk disambut dengan doa dan air mata oleh keluarga korban yang berharap keajaiban terus berdatangan.
Editor : Wiwin Meliana