BALIEXPRESS.ID-Gubernur Bali Wayan Koster, didampingi istri tercinta Ibu Putri Suastini Koster, menghadiri pagelaran seni budaya Drama Gong Lawas bertajuk Sanan Tuak yang digelar oleh Paguyuban Peduli Seni Drama Gong Lawas Padsmagol Provinsi Bali.
Baca Juga: Usai Dimediasi, Perkelahian WNA dan Warga Lokal di Nusa Penida Berakhir Damai
Acara berlangsung meriah di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Art Center Provinsi Bali, pada Rabu malam bertepatan dengan Buda Kliwon Matal (2/7/2025), dan dihadiri ribuan penonton dari berbagai kalangan.
Pagelaran yang diselenggarakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam melestarikan kesenian tradisional yang sarat makna filosofis dan nilai moral, termasuk drama gong yang sudah menjadi ikon seni pertunjukan Bali sejak puluhan tahun silam.
Drama Gong Lawas berjudul Sanan Tuak kali ini diiringi oleh Sekaha Penabuh dari Paguyuban Peduli Seni Puri Gandapura, Desa Kesiman, Kertalangu-Denpasar.
Baca Juga: Pensiun Dari Presiden, Jokowi “Ngempu” Cucu di Bali
Cerita Sanan Tuak mengangkat tema Merta Matemahan Wisia, sebuah filosofi yang menggambarkan bagaimana rezeki atau keuntungan yang seharusnya membawa kebaikan, justru bisa berubah menjadi malapetaka jika tidak disikapi dengan bijak.
Nilai-nilai seperti rasa syukur, balas budi, serta dampak buruk dari pengkhianatan terhadap kebaikan menjadi inti pesan moral dari pertunjukan ini.
Cerita ini menyuguhkan kritik sosial terhadap fenomena orang-orang yang tidak tahu berterima kasih, bahkan berbalik menyakiti orang yang telah menolongnya. Fenomena ini disampaikan melalui alur cerita yang kuat, humor khas Bali, dan penampilan akting yang memukau dari para seniman.
Sebanyak 21 seniman berbakat turut ambil bagian dalam pagelaran ini, antara lain Sang Ayu Ganti, Sang Ayu Tirta, Luh Sasih Arini (Mongkeg), Nyoman Supadma, Anak Agung Kartika, Ida Bagus Raka Pujana (Komang Apel), Jro Dasaran Suyadnya, dan Dewa Ayu Yuniari. Tak ketinggalan pula kehadiran sejumlah tokoh seni drama gong seperti Ida Bagus Mambal, Gede Randana, Nyoman Lues, Wayan Suratni, Madya Yani, Gulik, Wayan Sudiantha, Wayan Pasta, Mangku Rai, Ajik Dolir, Ida Bagus Topok, Selamat, Jro Made Jani, serta sejumlah seniman pendukung lainnya yang turut menyemarakkan suasana.
Baca Juga: Keributan WNA dan Warga Lokal di Nusa Penida Viral, Diduga Dipicu Masalah Sepele
Gubernur Bali Wayan Koster mengapresiasi pagelaran ini sebagai bentuk nyata dari pelestarian budaya adiluhung Bali.
Ibu Putri Koster yang juga dikenal aktif dalam gerakan pelestarian seni dan budaya Bali, turut mengungkapkan kekagumannya terhadap semangat para seniman dalam mempertahankan eksistensi Drama Gong Lawas di tengah gempuran budaya modern.
Ia berharap kegiatan seperti ini terus didukung agar generasi muda dapat mencintai seni tradisi Bali sejak dini.
Pagelaran ini tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana edukasi moral dan sosial yang efektif melalui pendekatan budaya. Antusiasme ribuan penonton yang memadati area Panggung Terbuka Ardha Candra menjadi bukti nyata bahwa seni tradisional Bali tetap mendapat tempat di hati masyarakat.
Unggahan tersebut menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial.
“Kok hanya di pergelaran gong lawas dipublisnya gini banget…kayaknya pak koster sukses buat media kompak mempublikasi kesuksesan pergelaranya, sekakan akan yg lain biasa aja padahal yg lain juga bagus banget…pencitraanya emang terstruktur ya,” tulis akun @arya_finkayana
“Ccok jdi pelawak pak yan,” tulis akun @dodix_kun
“Ribuan penonton banyak pulang min,” tulis akun @gustiarka02
Editor : Wiwin Meliana