BALIEXPRESS.ID-Duka mendalam menyelimuti keluarga besar I Nyoman Budiasa, warga Banjar Pasek, Desa Kubutambahan, Buleleng, setelah pria paruh baya tersebut meninggal dunia akibat kecelakaan tragis yang terjadi pada Minggu petang, 29 Juni 2025.
Baca Juga: SBY Rilis Lagu 'Save Our World', Kolaborasi Epik Bersama 35 Musisi Tanah Air untuk Selamatkan Bumi
Peristiwa memilukan itu terjadi saat Pak Nyoman sedang duduk di atas sepeda motornya, menunggu sang istri.
Tanpa diduga, sebuah truk molen yang melaju dari arah atas diduga mengalami rem blong, hilang kendali, lalu menghantam tubuh Pak Nyoman hingga terpental dan mengalami luka fatal. Nyawanya tidak tertolong di tempat kejadian.
Kejadian ini mengejutkan warga setempat, terlebih karena almarhum dikenal sebagai sosok sederhana dari keluarga yang kurang mampu.
Baca Juga: Dramatis! Warga Tembok Alami Vertigo di Atas Pohon Lontar, Dievakuasi dengan Alat Seadanya
Untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan, Ary Ulangun, pemilik Yayasan 10 Ribu Mimpi, menginisiasi penggalangan dana melalui akun Instagram pribadinya @aryulangun.
Melalui unggahan terbarunya pada Kamis, 3 Juli 2025, Ary menginformasikan bahwa donasi telah diserahkan kepada keluarga almarhum dengan total Rp28 juta rupiah.
“Terimakasih untuk semua yang sudah berbagi untuk pak nyoman, tidak ada uang yang bisa menghapus kesedihan, namun setidaknya semoga bisa membantu meringankan biaya pemakaman karna pak nyoman berasal dari keluarga kurang mampu,” tulis Ary dalam keterangannya, dikutip Jumat, 4 Juli 2025.
Baca Juga: Melukat Meraih Sehat, Mencegah Sekarat
Pemakaman Pak Nyoman Budiasa dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025 di kampung halamannya di Banjar Pasek, Desa Kubutambahan, Buleleng.
Kolom komentar unggahan Ary Ulangun dipenuhi ucapan belasungkawa dari warganet, termasuk keponakan almarhum
“Matur suksma orang” baik sampun berdonasi buat paman tyang,” tulis akun @indraagd.
Komentar warganet lainnya turut menunjukkan empati dan doa
“Beristirahat dgn tenang pak,” tulis @wh0sthaaa.
“Selamat beristirahat dengan tenang dan damai pak Nyoman,” tulis akun @fbriuss_.
“Amor ing acintya pak Nyoman, doa doa baik untuk pak nyoman dan keluarga yang ditinggalkan,” tulis @srlllart_.
“Sabar ya ibu dan anak, semoga bapak tenang di atas,” ketik akun @alfanizar__.
Tragedi ini menjadi pengingat bahwa kepedulian sosial masih sangat hidup di tengah masyarakat.
Meski kehilangan tak tergantikan, semangat gotong royong dalam membantu keluarga korban layak mendapat apresiasi.
Editor : Wiwin Meliana