Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Kakak Korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya Alami Firasat Ini Sebelum Kejadian

I Dewa Gede Rastana • Jumat, 4 Juli 2025 | 18:06 WIB

MENANTI : Kelian Adat Nesa, Nyoman Arjana (topi hitam) dan kakak korban I Putu Suparno menanti kabar korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2025).
MENANTI : Kelian Adat Nesa, Nyoman Arjana (topi hitam) dan kakak korban I Putu Suparno menanti kabar korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, Jumat (4/7/2025).

BALIEXPRESS.ID – Salah satu penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di Selat Bali berasal dari Banjar Nesa, Desa Banjarangkan, Kecamatan Banjarangkan, Klungkung, Bali.

Ia adalah I Kadek Oka, 41, pria yang sehari-hari berprofesi sebagai sopir. Saat kejadian nahas itu terjadi, Kadek Oka dalam perjalanan menuju ke Bali dengan mengendarai truk milik perusahaan tempatnya bekerja, Gudang Surya.


Ditemui di kediamannya, kakak korban, I Putu Suparno, menuturkan bahwa I Kadek Oka merupakan anak kedua dari lima bersaudara. Kadek Oka memiliki dua orang anak yakni Putu Adi Prastika dan Kadek Yuni Pebrianti dan telah memiliki empat cucu.

Ia dikenal sebagai pribadi yang bertanggung jawab dan telah lama bekerja sebagai sopir. “Kadek itu jarang keluar rumah, sehari-hari kerja saja. Dia tulang punggung keluarga. Kami semua sangat kaget dengan kabar ini,” ungkapnya Jumat (4/7/2025).


Ia pun sempat merasakan firasat dua hari sebelum kejadian, dimana Suparno kerap kali melihat postingan tentang kapal laut di media sosial miliknya. “Dua hari sebelum kejadian saya buka HP (medsos) yang muncul video kapal laut. Tapi memang dia (korban) sering menyeberang ke Jawa,” katanya.


Pihak keluarga pun berupaya meminta petunjuk kepada orang pintar sembari berharap ada mukjizat. “Keluarga sudah jalan (meminta petunjuk kepada orang pintar), tapi belum datang,” pungkasnya.


Sejatinya selain Kadek Oka, juga ada rekan kerjanya, Eko Satriyo, 48, asal Banyuwangi yang juga mengemudikan truk menuju Bali. Eko Satriyo mengemudikan truk bernomor polisi DK 8153 AD dan Kadek Oka mengemudikan truk bernomor polisi DK 8565 MH.


Kelian Adat Nesa, Nyoman Arjana, mengungkapkan bahwa keluarga pertama kali mengetahui informasi mengenai tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya dari salah seorang kerabat yang menghubungi lewat ponsel. "Kami diberi tahu Rabu pagi, setelah memastikan informasi sekitar setengah jam, keluarga akhirnya berangkat ke Gilimanuk-Negara. Ada ipar-ipar korban, Nyoman Parsua, Gede Suparta Komang, Gede Arta, Kadek Yudi Yastawan, serta anak korban, Putu Adi Prastika," ujarnya.


Namun memang menurutnya hingga saat ini pihak keluarga masih menunggu informasi terkait pencarian korban. Keempat ipar korban pun memutuskan kembali ke Klungkung pada Kamis (3/7/2025). “Sekarang tinggal anak korban dan istri korban (Nyoman Gria Rangkan) yang masih di posko,” imbuhnya.


Informasi terakhir yang dihimpun, korban sempat menghubungi pihak perusahaan dan menyampaikan bahwa cuaca di lokasi sangat buruk. Namun truk yang dibawanya sudah berada di dalam kapal sehingga tidak memungkinkan untuk keluar. (*)

Editor : I Dewa Gede Rastana
#korban #kakak #KMP Tunu Pratama Jaya #tenggelam #firasat #klungkung #sopir