BALIEXPRESS.ID - Kondisi memprihatinkan terlihat di sepanjang Jalan Baledan, Desa Selat, Karangasem pada Sabtu , 5 Juli 2025. Permukaan jalan yang rusak parah hingga tampak seperti berukir ini menjadi perhatian serius masyarakat dan pengguna jalan.
Lubang-lubang besar serta aspal yang mengelupas membuat pengendara harus ekstra hati-hati saat melintas, bahkan memicu kemacetan cukup panjang di wilayah tersebut.
Dalam unggahan akun Instagram @denpasaviralcom pada Sabtu, 5 Juli 2025, terungkap kondisi tersebut diperparah oleh banyaknya kendaraan besar seperti truk yang setiap hari melintas di jalur itu.
Beban berat dari truk-truk tersebut diduga mempercepat kerusakan jalan. Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan jalan ini akan semakin parah dan tak lagi bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kerusakan ini tak hanya menyulitkan pengguna jalan, tetapi juga berpotensi membahayakan keselamatan warga.
Sejumlah pengemudi bahkan memilih memutar arah untuk menghindari jalur tersebut, meski harus menempuh rute yang lebih jauh.
Warga sekitar berharap pemerintah dan instansi terkait segera melakukan perbaikan agar kondisi jalan kembali normal dan aman untuk dilalui.
Mereka juga mengeluhkan tidak adanya tindakan atau perbaikan berarti dari pihak berwenang meskipun kerusakan jalan sudah berlangsung cukup lama.
“Jangan dibiarkan terus seperti ini. Mohon kepada petugas agar segera turun tangan memperbaiki sebelum ada korban atau akses jalan ini benar-benar putus,” tulis caption @denpasarviralcom.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari dinas terkait soal kapan perbaikan jalan akan dilakukan.
Namun desakan dari masyarakat semakin kuat agar Jalan Baledan, yang menjadi jalur vital penghubung antarwilayah di Karangasem, segera mendapatkan penanganan yang layak.
Unggahan ini menuai berbagai komentar dari warganet di media sosial.
“Berapa kalipun diperbaiki, pasti akan cepat rusak. karena banyaknya muatan yang melebihi tonase. Kalau cuma dilewati mobil penumpang, 5 tahun gak akan rusak,” tulis akun @anomwidya
“Jangan bilang jalan rusak karena truk, negara lain malahan truknya lebih besar. Perkerasan jalannya saja banyak disunat, minimal aspal hotmik 10cm,” tulis akun @igammulyawan
“Gak viral ga dibenahi,” tulis akun @dewaputudeni. (*)
Editor : Nyoman Suarna