BALIEXPRESS.ID-Media sosial dibanjiri ungkapan duka dan belasungkawa atas meninggalnya seorang bidan bernama Niluh Surya Adnyani, yang bertugas di Puskesmas Karangasem II.
Ia meninggal dunia bersama putranya, Wayan Eka, setelah terseret arus sungai yang meluap di Dusun Gambang, Desa Seraya, Kabupaten Karangasem, Bali pada Minggu sore (6/7/2025).
Baca Juga: Tragedi Selat Bali: Dua Jenazah Ditemukan, Diduga Korban KMP Tunu Pratama Jaya!
Peristiwa tragis itu terjadi ketika hujan deras mengguyur kawasan tersebut, menyebabkan Sungai Pelintas meluap hingga meluber ke badan jalan.
Saat itu, Niluh Surya Adnyani dan putranya nekat menyeberangi jembatan yang telah dipenuhi air.
Namun, derasnya arus sungai tiba-tiba menyeret tubuh keduanya hingga menghilang dari pandangan warga sekitar.
Baca Juga: Jembrana Lumpuh Diterjang Banjir Bandang: Ratusan Rumah Terendam, Warga Mengungsi!
Melihat kejadian itu, warga langsung berinisiatif melakukan pencarian menyusuri bantaran sungai.
Tim pencari akhirnya menemukan Wayan Eka dalam keadaan meninggal dunia.
Tak lama kemudian, sang ibu, Niluh Surya Adnyani, juga ditemukan tak bernyawa.
Kabar duka ini menyebar cepat di media sosial, membuat banyak kerabat, rekan sejawat, dan masyarakat yang mengenal almarhumah merasa terkejut dan terpukul.
Ungkapan belasungkawa pun membanjiri akun media sosial milik Niluh Surya Adnyani, @SuryaAdnyani.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un… Amor ing acintya Luh @SuryaAdnyani. Kaget banget liat postingan ini, langsung komen karena gak percaya. Tapi dia bilang bener kalau itu kamu,” tulis akun @Geg Diah Pratama.
“Kak Sur, mih kak... Masih pagi udah baca berita gini. Gak bisa bilang apa-apa. Kakak orang baik banget. Kenal hanya lewat chat, tapi rasanya kayak saudara lama kalau ketemu,” tulis akun @NurHakimah dengan nada haru.
“Amor ing acintya ya Sur dan anandanya. Pengabdianmu di daerah sangat mulia. Semoga mendapat tempat terindah di sisi Tuhan. Selamat jalan teman sejawatku yang selalu ceria dengan logat medoknya,” tulis akun @Midwife Midwife.
Niluh Surya Adnyani dikenal sebagai sosok ramah, bertanggung jawab, dan berdedikasi tinggi dalam pekerjaannya sebagai bidan.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat yang pernah merasakan pelayanan dan kebaikannya.
Selamat jalan, Bu Bidan. Pengabdianmu akan selalu dikenang.
Editor : Wiwin Meliana