BALIEXPRESS.ID – Dunia hiburan Bali kembali berduka. Pelawak sekaligus seniman serba bisa I Made Arya, yang lebih dikenal dengan nama panggung De Ares, telah meninggal dunia.
Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh rekan-rekan dekatnya melalui media sosial, Minggu (6/7/2025).
Salah satu unggahan datang dari akun @agoes_kacoet_sengait, yang juga dikenal sebagai sesama seniman.
“Selamat jalan Pakde, semoga mendapat tempat yang baik. Dumogi amor ing acintya,” tulisnya singkat namun penuh makna.
Ucapan duka juga datang dari akun @Don_Ola_Dame yang mengenang sosok De Ares bukan hanya sebagai pelawak, tetapi juga rekan dalam perjuangan politik.
Baca Juga: Arya Wedakarna Soroti Banjir di Bali: Kita Tunggu Aksi Nyata Para Pejabat
“Selamat jalan saudaraku rekan seperjuangan I Made Arya De Ares, bahagialah di surga,” tulisnya.
Di kolom komentar sejumlah unggahan, disebutkan bahwa De Ares meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya selama beberapa waktu terakhir.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak keluarga, para sahabat dan penggemarnya telah membanjiri media sosial dengan doa dan kenangan.
De Ares dikenal luas di Bali sebagai pelawak yang mampu menghadirkan tawa dengan gaya khasnya.
Namun kiprahnya tak hanya terbatas di panggung hiburan. Ia juga dikenal sebagai penyanyi dan pencipta lagu, dengan beberapa karya yang sempat populer di kalangan masyarakat Bali.
Baca Juga: Disambut Meriah! Agung Ketut Rai Dapat Kalungan Gemitir dan Payungan dari Fans
Selain itu, ia aktif dalam dunia politik. Terakhir, almarhum menjabat sebagai Ketua DPC Partai Garuda Kabupaten Gianyar dan sempat mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Bali dalam Pileg 2024.
Kepergian De Ares meninggalkan duka mendalam bagi dunia seni, politik, dan para penggemar di Bali.
Ia dikenang sebagai sosok yang bersahaja, penuh semangat, dan setia menghibur masyarakat bahkan dalam suasana sulit.
Ungkapan duka dan doa terus mengalir di berbagai platform, menandakan besarnya cinta masyarakat terhadap sosok De Ares.
Selamat jalan, De Ares. Tawa dan karyamu akan selalu dikenang.
Editor : Wiwin Meliana